Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan jika permainan lato-lato sudah ada sejak era Majapahit. Unggahan tersebut berupa foto arca terdapat dua bulatan pada sekitar bagian perutnya.
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
"Arca era majapahit pun dah main Lato Lato
https://collections.vam.ac.uk/.../sculpture-sculpture.../"
Advertisement
Penelusuran
Dilansir dari liputan6.com, Dosen Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Siti Maziyah menyatakan informasi arca Majapahit bermain lato-lato dalam foto tersebut tidak benar.
"Tidak benar," kata Siti Maziyah saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Jumat (13/1/2023).
Arkeolog Universitas Indonesia Irsyad Leihitu mengungkapkan, dua buah benda bulat tersebut adalah buah zakar yang menjadi bagian dari alat reproduksi lelaki.
"Terkait kabar tersebut (arca Majapahit bermain lato-lato) tidak benar, karena kemungkinan besar itu adalah buah zakar dari Arca Bima," tutur Irsyad saat berbincang dengan Liputan6.com.
Menurut Irsyad, penggambaran phallus atau penis yang ereksi pada arca-arca dan relief memang sangat umum di masa Majapahit.
"Sebagai contoh bisa dilihat di Candi Sukuh," ucap Irsyad.
Sementara itu, foto arca dalam unggahan yang beredar berasal dari situs Victoria and Albert Museum, keterangan dalam situs tersebut menyebutkan patung tersebut merupakan sosok penjaga Bhima salah satu saudara Pnadawa dari Epik Mahabharata India, sangat sangat populer selama tahun-tahun terakhir pemerintahan Majapahit.
Advertisement
Kesimpulan
Lato-lato sudah dimainkan sejak era Majapahit adalah keliru. Foto sebuah arca yang menampilkan dua bulatan menonjol pada sekitar bagian perutnya merupakan buah zakar.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://collections.vam.ac.uk/item/O24765/sculpture-sculpture-unknown/
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5178817/beredar-hoaks-lato-lato-dimainkan-sejak-era-majapahit-simak-penjelasan-ahli