Beredar informasi yang mengklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi dan memberikan peringatan dini tentang adanya gempa di Selat Sunda. Dan untuk sementara waktu tidak berpergian ke pantai.
Unggahan tersebut berupa gambar tangkapan layar dari sebuah artikel berita yang menyebutkan BMKG telah memprediksi dan memberikan peringatan dini tentang adanya fenomena alam tak biasa yang terjadi di Selat Sunda, Banten dan meminta semua stakeholder untuk bersiap-siap.
Penelusuran
BMKG melalui akun Instagram resminya, mengklarifikasi jika adanya peringatan dini gempa di Selat Sunda adalah hoaks. BMKG menjelaskan Informasi mengenai potensi gempa yang beredar bukanlah prediksi atau peringatan dini
Bagi masyarakat yang ingin beraktivitas di sekitar pantai diimbau tidak perlu khawatir.
"Kami sampaikan bahwa tautan yang disebarkan secara berantai melalui grup aplikasi Whatsapp di atas adalah tidak benar atau hoax. Informasi mengenai potensi gempa yang beredar bukanlah prediksi atau peringatan dini. #SobatBMKG diharapkan tidak salah terima dan beranggapan seolah potensi gempa terjadi dalam waktu dekat.
Bagi #SobatBMKG diimbau untuk tidak khawatir jika ingin beraktivitas di sekitar pantai, mencari ikan, berdagang, maupun bertamasya. Tetap berhati-hati dan pantau terus informasi BMKG melalui berbagai kanal resmi untuk mengetahui peringatan dini dan upaya mitigasi yang konkret," tulis akun @infobmkg pada 25 Januari 2022.
Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com, BMKG mensosialisasikan informasi potensi gempa bumi dan tsunami di Selat Sunda dalam upaya kesiapsiagaan masyarakat Pandeglang menghadapi bencana. Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno Adi mengatakan gempa bermagnitudo (M) 6,6 yang terjadi di Banten Selatan pada 14 Januari 2022 dapat menjadi pembelajaran untuk kesiapan mitigasi bencana.
"Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk saling berbagi pengetahuan (sharing knowledge) dan kesiapan kita untuk mitigasi sehingga dapat memberikan solusi terbaik," kata Suko Prayitno Adi di hadapan bupati Pandeglang beserta unsur Forkopimda, stakeholder terkait dan para camat seluruh Kabupaten Pandeglang.
Dalam kondisi saat ini pihaknya mengingatkan untuk di setiap kecamatan agar disediakan peta potensi rawan bencana guna mengetahui daerah mana saja yang kiranya berpotensi adanya bencana alam tsunami.
"Saya minta tolong kepada Muspika agar berperan aktif untuk membuat peta-peta tersebut dan jangan ragu Bapak dan Ibu untuk berkomunikasi kepada tim kami, sekecil apa pun informasi, sampaikan saja. Selain itu kami dari BMKG menyediakan aplikasi mobile berbasis android dan iOS tentang Informasi cuaca maupun informasi potensi bencana bagi masyarakat," katanya seperti dikutip Antara.
Suko Prayitno Adi mengatakan perlu diingat bahwa potensi bencana memang ada, namun masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya bekal pelatihan yang dimiliki sehingga masyarakat sudah siap untuk menghadapi apabila bencana terjadi sehingga bisa meminimalisir adanya korban.
Kesimpulan
BMKG telah memprediksi dan mengeluarkan peringatan dini gempa di Selat Sunda adalah tidak benar. Namun, BMKG menjelaskan adanya potensi gempa bumi dan tsunami bukan memprediksi atau telah mengeluarkan peringatan dini di Selat Sunda.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.instagram.com/p/CZHMbtMBlYE/
https://www.liputan6.com/news/read/4869608/bmkg-sosialisasikan-potensi-gempa-di-pandeglang-dan-selat-sunda?