Beredar informasi yang mengklaim adanya fenomena aphelion menyebabkan cuaca yang dingin, melebihi cuaca dingin sebelumnya dan berlangsung sampai bulan Agustus.
Cuaca dingin ini diklaim akan menyebabkan sejumlah penyakit seperti meriang, flu, batuk, dan sesak napas. Berikut narasinya:
"InsyaaAllah
Mulai besok jam 05.27 kita akan mengalami FENOMENA APHELION, dimana letak bumi akan sangat jauh dr matahari. Kita tdk bs melihat fenomena tsb, tp kita bs merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus. Kita akan mengalami cuaca yg dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya,yg akan berdampak meriang flu,batuk sesak nafas dll. Oleh Krn itu mari kita semua tingkatkan imun dgn byk2 meminum vitamin atau suplemen agar imun kita kuat. Smg kita semua selalu ada dlm lindunganNYA. Aamiin
Jarak bumi ke matahari perjlnan 5 mnt cahaya atau 90.000.000 km. Fenomena aphelion menjadi 152.000.000 km . 66 % lbh jauh. Jadi hawa lbh dingin, dampaknya ke badan kurang enak karena tdk terbiasa dgn suhu ini.
Mudah2an semua dilindungi oleh Allah Swt dan diberi kesehatan.Aamiin."
Penelusuran
Hasil penelusuran merdeka.com, suhu dingin saat ini merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau, yaitu pada Juli-September. Hal itu disebabkan tutupan awan yang sedikit dan angin saat ini bertiup dari arah selatan atau dari arah Australia yang mengalami musim dingin, menuju utara. Jadi bukan karena fenomena aphelion.
Seperti dilansir dari Tempo.com, Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang, dalam laman LAPAN, menjelaskan, fenomena Aphelion terjadi pada tanggal 6 Juli 2021 pukul 05.27 WIB pada jarak 152.100.527 km.
Secara umum, fenomena aphelion tidak menyebabkan dampak yang signifikan pada Bumi. Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau. Hal itu disebabkan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi yang dipantulkan kembali oleh awan.
Selain itu, posisi matahari saat ini berada di belahan utara bumi. Sehingga tekanan udara di belahan utara lebih rendah dibanding belahan selatan yang mengalami musim dingin.
Menurut Andi, hal tersebut berdampak pada penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di selatan khatulistiwa.
Jarak terjauh Matahari dan Bumi ternyata tidak mempengaruhi panas yang diterima Bumi karena panas dari Matahari terdistribusi ke seluruh Bumi. Salah satu yang paling mempengaruhi distribusi panas adalah pola angin. Saat ini angin bertiup dari arah selatan yang sedang musim dinginlah penyebab suhu lebih dingin yang dirasakan.
Senada, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulis yang dibagikan Rabu, 7 Juli 2021, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju periode puncak musim kemarau. Periode tersebut ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, mengatakan, pada Juli 2021 Australia berada dalam periode musim dingin. Itu sebabnya massa udara dari wilayah itu menjadi dingin dan kering. Adapun massa udara bergerak karena pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia.
Narasi tentang suhu dingin yang disebabkan fenomena aphelion juga pernah menjadi viral pada 2018. Saat itu warganet menghubungkan fenomena aphelion tersebut dengan suhu yang lebih dingin di Dieng, Bandung Sukabumi dan Malang. Namun kabar itu juga dibantah oleh BMKG.
Kesimpulan
Klaim fenomena Aphelion menyebabkan cuaca dingin di Indonesia ternyata tidak benar. Faktanya suhu dingin yang terjadi belakangan ini hingga Agustus 2021 merupakan hal yang biasa.
Hal itu disebabkan tutupan awan yang sedikit dan angin saat ini bertiup dari arah selatan atau dari arah Australia yang mengalami musim dingin, menuju utara. Sehingga berdampak pada penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di selatan khatulistiwa.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://cekfakta.tempo.co/fakta/1444/sesat-klaim-cuaca-dingin-di-sejumlah-wilayah-indonesia-disebabkan-fenomena-aphelion
http://edukasi.sains.lapan.go.id/artikel/bersiaplah-6-juli-terjadi-fenomena-aphelion/301