Ini Fakta Di Balik Pembongkaran Makam di Gorontalo yang Dikaitkan dengan Politik

Sabtu, 12 Januari 2019 20:29 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Ini Fakta Di Balik Pembongkaran Makam di Gorontalo yang Dikaitkan dengan Politik Pembongkaran Kuburan di Gorontalo. ©2019 Liputan6.com/Arfandi Ibrahim

Merdeka.com - Pembongkaran dan pemindahan dua makam di Dusun II, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, ramai diperbincangkan. Dua kuburan itu dibongkar lantaran dikabarkan terjadi konflik antar keluarga terkait perbedaan dalam pemilihan calon legislatif (caleg) mendatang.

Polisi meluruskan kabar tersebut. Dari penyelidikan dilakukan polisi dengan meminta keterangan pihak keluarga, tetangga hingga aparat desa setempat pembongkaran dua makam itu bukan dipicu perbedaan politik.

"Bukan karena perbedaan politik, itu permasalahan sudah lama berselisih antara kedua belah pihak yang sebenarnya mereka satu keluarga," kata Kapolres Bone Bolango AKBP Desmont saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (12/1).

Dua makam dibongkar itu adalah Masri Dunggio, yang dikubur 26 tahun lalu. Sementara satu makam dibongkar atas nama Siti Aisyah Hamsah, yang tak lain cucu Masri.

Menurut Desmont, jenazah Siti baru dimakamkan sekitar 2015. Keduanya dimakamkan di belakang rumah warga bernama Awono, yang tak lain bersepupu dengan almarhum.

Desmont mengatakan, dari keterangan tetangga antara pemilik tanah dengan keluarga Masri kerap berselisih. Setiap berselisih, ahli waris selalu mengungkit penggunanaan lahan untuk dijadikan makam kepada keluarga Masri.

"Kedua belah pihak ini sering ribut entah masalah apa menurut tetangga dan selalu dibahas makam itu jadi semacam dijadikan senjata soal makam itu," ujar Desmont.

Dia menjelaskan, perselisihan itu mencapai puncaknya pada November 2018 lalu. Polisi dan aparat desa setempat akhirnya melakukan mediasi pada Desember 2018 lalu yang dihadiri aparat kecamatan dan desa.

Mediasi itu menyepakati bahwa ahli waris memindahkan makam Masri beserta cucunya. Eksekusi pemindahan makam dilakukan hari ini sesuai kesepakatan kedua belah pihak saat mediasi.

"Kita panggil tidak ada masalah soal perbedaan politik dan pihak keluarga setuju makam dipindahkan daripada dibahas terus menerus," kata dia. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Hoax
  2. Situs Makam
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini