Hoaks Video Jokowi Bagi-Bagi Uang di Ngawi Desember 2018

Kamis, 27 Desember 2018 18:23 Reporter : Tim Merdeka
Hoaks Video Jokowi Bagi-Bagi Uang di Ngawi Desember 2018 Hoaks Jokowi bagi-bagi amplop. ©2018 vidio.com

Merdeka.com - Presiden Jokowi hampir setiap akhir pekan kerap melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Kini beredar video berisi Jokowi yang tengah membagi-bagikan amplop kepada warga.

Dalam video berdurasi 2 menit 6 detik itu, tampak Jokowi tengah berada di dalam sebuah mobil. Mobil yang ditumpangi Jokowi kemudian berhenti di pinggir jalan dan mantan Gubernur DKI Jakarta itu membuka kaca mobil sambil memberikan amplop kepada warga.

Dalam video itu juga terlihat warga membuka amplop yang diberikan oleh Jokowi. Isinya sejumlah uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu. Kejadian dalam video itu disebut-sebut berlangsung Desember 2018 ini di Ngawi, Jawa Timur. Video ini disebar sejumlah akun dan disebut Jokowi melakukan politik uang.

Video Presiden Jokowi yang membagi-bagikan amplop kepada warga di Ngawi, Jawa Timur pada Desember 2018 ternyata tidak benar.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Adita Irawati, meluruskan isu tersebut. Dia menegaskan apa yang dilakukan Presiden Jokowi dalam video tersebut sama sekali bukan politik uang. Ia menerangkan video yang beredar itu sejatinya terkait dengan kegiatan kepresidenan, bukan kampanye pemilu. Video itu pun dibuat tahun 2015 lalu, bukan 2018 seperti yang disebarkan. Saat itu seperti diketahui, masih sangat jauh dari masa kampanye.

"Itu video lama saat kegiatan Pak Jokowi pada Maret 2015, bukan sebagai calon presiden. Jadi, ini enggak ada kaitannya dengan pilpres," ujar Adita saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 26 Desember 2018 lalu.

Adita menduga video tersebut sengaja diviralkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyerang pribadi Jokowi yang kembali maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

"Saya pikir, ini sengaja disebarkan. Dicari-cari dan akhirnya dapat video ini, untuk kemudian di-frame seolah-oleh kegiatan itu dilakukan Pak Jokowi dalam statusnya sebagai calon presiden."

Adita menegaskan aksi Jokowi saat itu tidak menyalahi aturan. Pasalnya, kegiatan dilakukan dalam statusnya sebagai presiden dan bukan dilakukan di tahun menjelang pilpres.

"Itu kan tahun 2015. Pilpres kan baru 2019. Ini tidak menyalahi ketentuan apa pun. Sama saja ketika Pak Jokowi membagikan buku atau sepeda dalam konteksnya sebagai presiden," ucap dia.

[ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini