Informasi di media sosial menyebutkan mengonsumsi vitamin C secara berlebihan bisa merusak ginjal hanyalah mitos yang dipercaya oleh masyarakat luas. Mitos itu diduga sebagai upaya agar orang tidak lagi meminum vitamin.
"Vitamin C berlebihan merusak ginjal. Sebuah mitos yg aneh tp dipercaya orang dan Big Pharma tepuk tangan krn sdh berhasil menjauhkan zat teraman utk penyembuhan."
Penelusuran
Hasil penelusuran dilansir dari ANTARA, Dokter spesialis gizi klinis RS Sari Asih Karawaci Dr Retno Kuntarti SpGK mengingatkan masyarakat bahwa mengkonsumsi vitamin tanpa dosis yang tepat malah bisa memunculkan keluhan medis baru.
Ia mengatakan vitamin terdiri dari dua jenis yakni vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin larut air akan dikeluarkan melalui ginjal, dan vitamin larut lemak dapat disimpan dalam hati dalam waktu yang lebih lama.
"Bila terlalu berlebihan konsumsi vitamin larut air dapat saja menimbulkan kelainan di ginjal misal terbentuk batu ginjal, sedangkan bila vitamin larut lemak lebih tinggi risiko untuk terjadinya toksisitas," kata Retno.
Sementara itu, sebuah penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari, memiliki risiko dua kali lipat menderita batu ginjal. Suplemen biasanya mengandung sekitar 1.000 miligram (mg) vitamin C per tablet. Kebanyakan suplemen vitamin C yang dijual berisi 500 atau 1.000 mg.
"Telah lama diduga bahwa vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan risiko batu ginjal," kata pemimpin penelitian dari Karolinska Institutet Stockholm, Laura Thomas.
Ia menjelaskan beberapa komponen dari vitamin C diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui urin sebagai oksalat. Oksalat adalah salah satu komponen kunci penyebab batu ginjal.
Batu ginjal terdiri dari kristal kecil, yang dapat dibentuk oleh gabungan kalsium dengan oksalat. Para peneliti mengatakan tidak ada manfaat yang jelas dari mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi.
Namun, Laura menegaskan tubuh manusia tetap membutuhkan banyak vitamin C yang bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran. Segelas jus jeruk segar mengandung hanya sekitar 120 mg vitamin C. Antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur sangat penting bagi kesehatan tulang dan otot.
"Vitamin C merupakan bagian penting dari diet yang sehat," kata Laura, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Laura menekankan bahwa efek vitamin C terhadap risiko batu ginjal, bergantung pada dosis dan kombinasi nutrisi yang dikonsumsi.
Sedangkan dikutip dari situs kesehatan sehatq.com, konsumsi vitamin C secara berlebihan berbahaya bagi tubuh. Seperti memicu timbulnya batu ginjal, diare dan gangguan pencernaan, menyebabkan zat besi terlalu tinggi, memicu ketidakseimbangan nutrisi.
Berikut ini rekomendasi harian asupan vitamin C, berdasarkan jenis kelamin, usia, serta pada ibu hamil dan menyusui.
1. Laki
Usia 1-3 tahun: 15 mg
Usia 4-8 tahun: 25 mg
Usia 9-13 tahun: 45 mg
Usia 14-18 tahun: 75 mg
Usia 19 tahun ke atas: 90 mg
2. Perempuan
Usia 1-3 tahun: 15 mg
Usia 4-8 tahun: 25 mg
Usia 9-13 tahun: 45 mg
Usia 14-18 tahun: 65 mg
Usia 19 tahun ke atas: 75 mg
Ibu hamil usia19 tahun ke atas: 85 mg
Ibu menyusui usia 19 tahun ke atas: 120 mg
Mengonsumsi vitamin C lebih disarankan dari berbagai makanan sehat. Suplemen sebaiknya dikonsumsi hanya saat Anda mengalami defisiensi dan sudah mendapatkan izin dari dokter.
Kesimpulan
Konsumsi vitamin C secara berlebihan diklaim tidak berusak ginjal adalah tidak benar. Faktanya, mengonsumsi vitamin C secara berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh dan berisiko dua kali lipat menderita batu ginjal.
Vitamin C yang bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran. Vitamin sebaiknya dikonsumsi hanya saat Anda mengalami defisiensi dan sudah mendapatkan izin dari dokter.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.antaranews.com/berita/2753693/dokter-konsumsi-vitamin-tanpa-dosis-tepat-akan-munculkan-keluhan-baru
https://www.antaranews.com/berita/357715/vitamin-c-dosis-tinggi-tingkatkan-risiko-batu-ginjal
https://www.sehatq.com/artikel/risiko-dan-efek-samping-kelebihan-vitamin-c