CEK FAKTA: Hoaks Pembagian Masker Gratis Diberi Obat Bius

Jumat, 8 Mei 2020 13:00 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Pembagian Masker Gratis Diberi Obat Bius Masker kesehatan. ©2020 Merdeka.com/klikdokter.com

Merdeka.com - Beredar informasi di jejaring pesan WhatsApp tentang pembagian masker secara gratis atas nama pemerintah yang mengandung obat bius.

Modus tersebut diklaim agar masyarakat yang menerima masker pingsan sehingga oknum tersebut merampok.

Berikut narasinya:

Mohon diinformasikan ke teman. Saudara. Keluarga dan kenalan Anda !!! Baru saja mendapat pesan. Sebuah peringatan !! Sekarang ada yang baru sedang terjadi. Orang datang dari pintu ke pintu dan membagikan masker. Mereka mengatakan: "Ini ada pembagian masker dari pemerintah". (Hal itu tidak benar) Mereka meminta Anda mengenakan masker untuk difoto/ dilihat apakah masker tersebut cocok untuk Anda. (Sebagai laporan klo masker sudah sampai alamat) masker yg sudah diberi bius, lalu mereka merampok !! Tolong jangan ambil masker dari orang asing. Ingat, teman-teman, ini adalah waktu yang kritis, orang-orang putus asa, tingkat kejahatan meningkat selama periode Covid-19. Harap berhati-hati !!! setidaknya informasi ini mungkin bisa berguna dan bermanfaat, mohon maaf bila ada salah kata

Waspada waspadalah sama siapapun yg kita belum mengenali nya,, harus hati hati.

hoaks pembagian masker gratis diberi obat bius

©2020 Merdeka.com/ Kominfo

Penelusuran

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Merdeka.com terkait informasi pembagian masker yang sudah diberi obat bius, menemukan artikel Kompas.com berjudul "Awas Hoaks Pembagian Masker Gratis Mengandung Obat Bius"

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah pesan berantai yang meresahkan masyarakat kembali beredar melalui aplikasi WhatsApp.

Kali ini, pesan tersebut menginformasikan tentang pembagian masker gratis yang mengandung obat bius selama pandemi Covid-19.

Tujuannya adalah membuat masyarakat tak sadar sehingga oknum tersebut dapat merampok rumah-rumah masyarakat.

Berikut isi pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp tersebut:

"Mohon diinformasikan ke teman, saudara, keluarga, dan kenalan Anda. Baru saja mendapat pesan, sebuah peringatan. Sekarang ada yang baru sedang terjadi, orang datang dari pintu ke pintu dan membagikan masker. Mereka mengatakan, 'Ini ada pembagian masker dari pemerintah'. Hal itu tidak benar."

"Mereka meminta Anda mengenakan masker untuk difoto atau dilihat apakah masker tersebut cocok untuk Anda, sebagai laporan kalau masker sudah sampai alamat, masker yang sudah diberi bius, lalu mereka merampok."

"Tolong jangan ambil masker dari orang asing. Ingat, teman-teman, ini adalah waktu yang kritis, orang-orang putus asa, tingkat kejahatan meningkat selama periode Covid-19. Harap berhati-hati. Setidaknya informasi ini mungkin bisa berguna dan bermanfaat, mohon maaf bila ada salah kata. Waspada, waspadalah sama siapapun yang kita belum mengenalinya, harus hati-hati."

Menanggapi beredarnya pesan singkat itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan bahwa informasi tersebut adalah bohong alias hoaks.

"Itu informasinya hoaks," kata Yusri saat dihubungi, Rabu (6/5/2020).
Yusri pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan mengecek kebenaran setiap informasi yang didapatkan dari media sosial.

Selain itu dikutip dari Republika, Polisi menegaskan, bahwa informasi itu adalah berita bohong atau hoaks.

"Iya, itu informasinya hoaks," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).

Isi pesan berantai itu cukup meresahkan masyarakat. Sebab, informasi yang menyebar itu menyebut, masker gratis yang diberikan sudah diberi obat bius. Kemudian, saat korban pingsan, orang yang membagikan masker itu akan melakukan perampokan.

Meski demikan, Yusri meminta masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Kesimpulan

Informasi terkait pembagian masker secara gratis yang sudah diberi obat bius tidak benar atau hoaks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus meminta masyarakat lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan informasi beredar yang belum diketahui kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini