Beredar sebuah foto yang diklaim sebagai mahasiswa yang meninggal dalam aksi demonstrasi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di Lampung.
Akun Facebook Rahannie Al Jaelani pada 8 Oktober 2020 mengunggah foto tersebut dengan narasi sebagai berikut:
*INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI'UN...*
*MAHASISWA UIN Raden Intan Lampung MENINGGAL DUNIA dengan mengenaskan,akibat luka dibagian wajah dan kepala setelah aksi hari ini.*
#MahasiswaBergerak
Penelusuran
Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim Mahasiswa di Lampung meninggal dunia dalam aksi tolak UU Cipta Kerja. Dilansir dari Kompas.com, berjudul "Buntut Rusuh Demo Tolak Omnibus Law di Lampung, 26 Mahasiswa Terluka"
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra), mengklarifikasi hoaks yang menyebutkan ada mahasiswa yang meninggal dunia pasca-bentrok saat demonstrasi menolak omnibus law itu.
Pandra menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyebar hoaks tentang salah satu demonstran meninggal dunia, sehingga kabar itu membuat kisruh suasana.
"Tidak ada yang meninggal, tapi 26 mahasiswa terluka dan sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Bandar Lampung," kata Pandra di kompleks gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020) malam.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah mahasiswa yang terluka setelah bentrok dengan polisi mencapai 26 orang.
"Sebanyak 20 orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan enam orang masih dalam perawatan," kata Pandra.
Selain itu, Pandra menambahkan, kepolisian juga menahan sekitar 11 orang yang diduga menjadi provokator sehingga menyebabkan demonstrasi berakhir rusuh.
"11 orang diamankan oleh aparat Polresta Bandar Lampung," kata Pandra.
Diberitakan sebelumnya, demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil di depan gedung DPRD Lampung pada Rabu (7/10/2020) berakhir ricuh.
Kerusuhan terjadi saat massa meminta seluruh anggota dewan untuk hadir dalam aksi tersebut. Akibat kerusuhan itu, kaca pintu gedung DPRD Lampung di lantai satu dan dasar pecah dan sejumlah fasilitas umum rusak.
Sementara itu, dikutip dari media sosial Facebook UIN Raden Intan Lampung menginformasikan, pihak UIN menjeguk salah satu mahasiswanya yang luka-luka.
Berikut keterangannya.
"Wakil Rektor III Prof. Wan Jamaluddin Z, M. Ag., Ph.D beserta Dekan Fakultas Syariah Dr. H. Khairuddin Tahmid, M.Ag dan Wakil Dekan III FTK Dr. Safari Daud, MA menjenguk Uswatun Hasanah, mahasiswi Prodi Psikologi FUSA yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dadi Tjokrodipo akibat terkena gas air mata.
Sementara Bembi dan beberapa mahasiswa lainnya alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang kerumah orang tua masing-masing.
Demikian info ini kami berikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita.
Semoga semua baik-baik saja demi Indonesia Jaya.
Kita sama-sama anak bangsa, mari kita bicara, stop kekerasan stop provokasi.. !!!"
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung Irfan Fauzi Rachman mengatakan bahwa tak ada mahasiswa Lampung yang meninggal saat aksi demo menolak UU Cipta Kerja.
"Berita terkait mahasiswa ada yang meninggal saat kisruh demo Omnibus Law di DPRD Lampung pada Rabu (7/10) itu tak benar, " kata Irfan di Bandarlampung, Kamis, dilansir dari ANTARA.
Ia mengakui ada beberapa mahasiswa yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Bandarlampung.
Pihaknya telah menginventarisasi ke rumah sakit terkait jumlah korban mahasiswa yang sempat bentrok dengan aparat saat aksi demo penolakan UU Cipta Kerja kemarin.
Menurut dia, ada seorang mahasiswa korban aksi menolak UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10) sekitar pukul 09.00 WIB menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Bandarlampung.
Irfan menjelaskan bentrokan yang terjadi antara aksi massa menolak UU Cipta Kerja dengan aparat bukan dipelopori mahasiswa.
"Kami melakukan aksi damai dan tertib. Dugaan kami ada penyusup dalam aksi tersebut sehingga menimbulkan chaos, " ujarnya.
Kesimpulan
Kabar mahasiswa di Lampung meninggal dunia dalam demo tolak UU Cipta Kerja adalah tidak benar atau hoaks. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra), mengklarifikasi tidak ada mahasiswa yang meninggal dunia pasca-bentrok.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.