CEK FAKTA: Disinformasi Bahasa Indonesia Resmi menjadi Bahasa Ke-2 di Vietnam

Jumat, 15 Oktober 2021 12:34 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Disinformasi Bahasa Indonesia Resmi menjadi Bahasa Ke-2 di Vietnam Fashion, Teaterikal, dan Tari Nusantara. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Informasi bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi ke-2 di Vietnam beredar di media sosial. Pengunggah informasi juga menyebutkan bahwa bahasa Indonesia sudah sejajar dengan bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang. Beberapa universitas di Vietnam juga membuka program studi Bahasa Indonesia.

kabar bahasa indonesia jadi bahasa ke 2 di vietnam
Kominfo

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah disinformasi.

Dalam artikel tempo.co berjudul "Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi di Vietnam dan Bahasa Wajib Tentara Kamboja" pada 11 Oktober 2021, dijelaskan memang bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa kedua di Vietnam.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat Bahasa Indonesia digunakan dan dipelajari oleh banyak negara. Per Juli 2021 tercatat sudah ada 30 negara yang menggunakan Bahasa Indonesia. Selain itu terdapat 76 lembaga dan 7.638 orang di berbagai negara yang mempelajari Bahasa Indonesia.

Pemerintah Ho Chi Minh City, Vietnam mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua pada Desember 2007. Penggunaan Bahasa Indonesia di Vietnam sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang di negeri itu.

Kemudian dalam artikel kompas.com berjudul "[HOAKS] Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi Kedua di Vietnam" pada 13 Oktober 2021, dijelaskan maksud dari bahasa resmi kedia di Vietnam, yakni bahasa yang diprioritaskan.

Klaim bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam diduga berasal dari pernyataan Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City pada 2009.

"Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan," kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad.

Duta Besar RI untuk Vietnam Denny Abdi menjelaskan bahwa makna bahasa Indonesia "diprioritaskan" bukan berarti bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di Vietnam maupun di Ho Chi Minh City.

"Di Vietnam itu hanya mengatakan bahasa mereka adalah bahasa Vietnam. Jadi bahasa-bahasa yang lain itu maksudnya diprioritaskan itu, banyak digunakan namun bukan bahasa resmi," terang dia.

Denny menambahkan, saat ini ada sejumlah siswa dan mahasiswa Vietnam yang mengambil program bahasa Indonesia.

Pada 2019, ada 367 orang. Kemudian, pada 2020, terdapat 328 orang yang tengah mempelajari bahasa Indonesia.

Kesimpulan

Informasi bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa kedua di Vietnam adalah disinformasi. Maksud dari bahasa resmi, yakni bahasa yang diprioritaskan. Masyarakat Vietnam tetap menggunakan bahasa Vietnam seperti biasa.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

[lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini