Timnas Indonesia U-17 memulai perjalanan di Piala AFF U-17 2026 dengan sangat mengesankan. Mereka berhasil mengalahkan Timor Leste dengan skor mencolok 4-0 di Gelora Joko Samudro, Gresik pada tanggal 12 April 2026.
Meskipun meraih kemenangan yang meyakinkan, hal ini tidak boleh membuat mereka merasa terlalu percaya diri. Sebab, di grup A mereka akan menghadapi lawan yang lebih tangguh, yaitu Malaysia.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menekankan pentingnya menghormati lawan sebagai kunci keberhasilan Garuda Asia dalam meraih kemenangan. Ia mengingatkan agar para pemainnya tidak terjebak dalam euforia kemenangan sebelum bertanding.
Sementara tuan rumah meraih kemenangan besar atas Timor Leste, Malaysia justru mengalami kekalahan telak 0-4 dari Vietnam. Hal ini membuat Kurniawan mengingatkan anak asuhnya untuk tetap waspada dan tidak terlalu percaya diri. "Kemenangan tadi bagi kami patut disyukuri, tapi merayakan sewajarnya karena memang besok kita harus fokus lagi lawan Malaysia," ucapnya.
Advertisement
Pengembangan Karakter Pemain
Sejak bergabung dengan tim, Kurniawan menunjukkan perhatian yang besar terhadap pengembangan karakter pemain.
Ia berpendapat bahwa meskipun memiliki teknik yang tinggi, hal itu tidak akan berarti tanpa dukungan kekuatan mental yang kokoh. Banyak pemain muda yang terjebak dalam status bintang, sehingga mereka tidak dapat berkembang secara maksimal di tim profesional.
"Selalu yang penting saya tekankan adalah mindset, strong, dan mentality. Ini tidak bosan-bosan kami ingatkan kepada para pemain," ujar legenda sepak bola Indonesia tersebut.
Advertisement
Malaysia Tak Mudah Dikalahkan
Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Si Kurus ini sangat memahami proses pembinaan pemain muda di Malaysia. Sebelum menjalani karier kepelatihan di Italia, ia pernah menangani klub Sabah FA yang berasal dari Negeri Jiran. Dengan pengalaman tersebut, ia percaya bahwa tim Malaysia bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.
Menganggap remeh mereka adalah kesalahan besar yang bisa berujung pada kekalahan sebelum pertandingan dimulai.
"Pemain Malaysia telah lama berlatih bersama. Saya tahu betul bagaimana mereka dibentuk. Mereka sudah lama bersama di Akademi NFDP (National Football Development Programme)," jelasnya.
"Saya tahu pelatih Malaysia itu teman saya dan ada pelatih Ong Kim-swee di sana. Tidak boleh underestimate, tetap respect. Tapi tetap fight mengamankan tiga poin," tegas Kurniawan.
Dengan pernyataan tersebut, Kurniawan menunjukkan bahwa ia menghargai lawan, namun tetap bertekad untuk meraih kemenangan.
Hal ini mencerminkan sikap profesional yang harus dimiliki oleh setiap pelatih dalam menghadapi pertandingan, terutama saat berhadapan dengan tim yang telah memiliki pengalaman dan persiapan matang.