PSSI secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada tanggal 3 Januari 2026. Pelatih asal Inggris ini menggantikan posisi Patrick Kluivert yang dipecat pada 16 Oktober 2025. Penunjukan Herdman langsung mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat sepak bola di Tanah Air. Salah satu tanggapan datang dari mantan pelatih Persis Solo, Rasiman, yang menganggap keputusan PSSI ini sebagai langkah yang cukup bijak.
Rasiman menilai bahwa rekam jejak John Herdman menjadi faktor utama yang membuatnya layak untuk melatih skuad Garuda. Dia menyoroti prestasi pelatih berusia 50 tahun tersebut saat melatih Timnas Kanada. "Kalau melihat rekam jejak John Herdman, tentunya luar biasa ya. Pertama di Kanada, dia meloloskan dua tim nasional berbeda, baik putri dan putra. Artinya memang melalui proses yang panjang," ungkap Rasiman kepada Bola.com pada Selasa (6/1/2026).
Advertisement
Arsitek berlisensi UEFA Pro, John Herdman, telah mendapatkan pengakuan luas berkat kontribusinya kepada Timnas Kanada dari tahun 2018 hingga 2023. Salah satu pencapaian paling gemilangnya adalah membawa Les Rouges lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebelumnya, Herdman juga berhasil mengantarkan Timnas Putri Kanada meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015.
Namun, Rasiman mengingatkan bahwa keberhasilan Herdman di pentas internasional tidak datang secara tiba-tiba. Ada perjalanan panjang yang harus dilalui, terutama dalam membangun Timnas putra Kanada agar bisa bersaing di level tertinggi. "Kalau kita lihat di tim putra mereka juga tidak langsung lolos, tapi John Herdman perlu waktu. Nah, ini yang sebetulnya harus disadari oleh kita, bahwa kita jangan memberikan ekspektasi berlebihan ke pelatih tim nasional karena semuanya akan berproses," ujar Rasiman.
Advertisement
Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, mengamati bahwa PSSI kini lebih realistis dalam memilih pelatih kepala Timnas Indonesia. Dalam penilaian tersebut, pengalaman serta kemampuan dalam membangun fondasi sepak bola menjadi faktor utama yang dipertimbangkan.
"PSSI sekarang memilih pelatih yang mempunyai rekam jejak, punya pengalaman bagaimana membangun infrastruktur sepak bola sebuah negara,"kata Rasiman menambahkan.
"Ini mungkin pilihan yang cukup bijak ya, karena selama ini Patrick Kluivert dipilih lebih karena image, brand image, personal brand image daripada experience."