Joan Laporta Buka-bukaan Cerita di Balik Kegagalan Pulangkan Lionel Messi ke Barcelona

Menjelang pemilihan presiden Barcelona, isu kepergian Messi yang terjadi beberapa tahun lalu kembali menjadi sorotan.

Yus Mei Sawitri
Oleh Yus Mei Sawitri - Reporter
Joan Laporta Buka-bukaan Cerita di Balik Kegagalan Pulangkan Lionel Messi ke Barcelona
Lionel Messi menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada Barcelona. (AFP/Pau Barrena) ((AFP/Pau Barrena))

Para penggemar Barcelona masih terlibat dalam perdebatan mengenai kepergian Lionel Messi dari Camp Nou beberapa tahun yang lalu. Banyak dari mereka yang belum bisa menerima kenyataan bahwa La Pulga meninggalkan klub yang telah dibelanya sejak masa kanak-kanak.

Seharusnya, Messi menghabiskan seluruh kariernya hingga pensiun bersama Barcelona. Namun, kenyataan tidak sesuai harapan tersebut. Menjelang pemilihan presiden Barcelona, isu mengenai kepergian Messi kembali muncul ke permukaan. Kali ini, salah satu kandidat yang juga mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta, memberikan pandangannya.

Dalam program Katalan Caf d'Idees di 2 CAT, seperti yang dikutip dari Football Espana pada Selasa (24/2/2026), Laporta membahas momen emosional dan penuh kontroversi terkait kepergian legenda Argentina tersebut pada tahun 2021. Dia juga mengungkapkan usaha comeback yang tidak berhasil pada tahun 2023.

Laporta mengakui bahwa tidak dapat mencegah kepindahan Messi ke Paris Saint-Germain pada 2021. Selain itu, dia juga gagal untuk membawanya kembali ke Barcelona dua tahun setelahnya.

Joan Laporta Ungkap Kebenaran di Balik Kegagalan Pulangkan Lionel Messi ke Barcelona
Lionel Messi menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada Barcelona. (AFP/Pau Barrena) (AFP/Pau Barrena)

Ketika ditanyakan tentang kemungkinan Messi mengakhiri kariernya di Barcelona, Laporta menjelaskan situasi yang terjadi pada tahun 2023.

"Saat itu, sudah ada upaya pada 2023, tetapi Messi lebih memilih pergi ke Inter Miami karena berbagai alasan," ungkap Laporta.

Ia menegaskan bahwa keputusan Messi untuk berpindah klub adalah sesuatu yang sangat dapat dihormati.

Selain itu, Laporta juga menekankan pentingnya warisan yang dimiliki antara klub dan salah satu pemain terbaik dalam sejarah mereka.

"Messi memberi banyak untuk Barca dan Barca memberi banyak untuk Messi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Messi layak mendapatkan pertandingan penghormatan, yang sayangnya tidak dapat terwujud karena situasi yang ada. "Ia adalah pemain yang begitu ikonik, yang terbaik di dunia, sehingga layak mendapat patung di samping Kubala dan Cruyff, dan kalau mau sekalian, Ronaldinho juga pantas. Messi adalah yang terbaik," tutupnya.

Joan Laporta Ungkap Kebenaran di Balik Kegagalan Pulangkan Lionel Messi ke Barcelona
Lionel Messi menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada Barcelona. (AFP/Pau Barrena) (AFP/Pau Barrena)

Walaupun begitu, hubungan antara keduanya tidak selalu berjalan dengan baik. Laporta mengungkapkan bahwa relasi mereka mulai tegang setelah kontrak Messi tidak diperpanjang.

"Situasinya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk pergi ke PSG. Itu adalah tawaran yang sangat menggiurkan, tetapi saya yakin ia sebenarnya ingin bertahan," ujarnya.

"Kami sudah mencoba, tetapi kondisi keuangan Bara tidak memungkinkan. Saya yakin dalam hidup selalu ada hal yang bisa dilakukan lebih baik. Semuanya bisa diperbaiki, meskipun saat itu situasinya sangat sulit," tambah Laporta.

Selain membahas isu Messi, Laporta juga menyinggung tentang kampanyenya saat ini dan masa depan klub. Ia mengatakan bahwa pelatih Hansi Flick merasa lebih nyaman jika dirinya tetap menjabat sebagai presiden. "Ia datang ke acara peluncuran buku dan semuanya sudah sangat dipahami," tutupnya.

Sumber: Football Espana

Rekomendasi