Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana untuk melakukan reformasi signifikan dalam sistem perwasitan di liga sepak bola Indonesia yang akan dimulai pada musim depan. Pernyataan ini disampaikannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu (11/6/2025), setelah mengadakan 'rapat' dengan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, di Jepang.
"Saya bertemu dengan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Mr. Yoshimi Ogawa di Osaka, sebelum kembali ke Jakarta hari ini," tulis Erick Thohir di Instagram.
Dalam pertemuan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini menjelaskan bahwa selain melakukan perubahan pada tim perwasitan, dia juga membahas rencana untuk menerapkan sistem pengelolaan yang berbasis digital. Sebagai dampak dari wacana ini, seluruh proses yang berkaitan dengan penilaian, pemantauan pelatihan, serta penunjukan wasit yang akan bertugas ke depan, akan dilaksanakan secara digital.
"Dalam pertemuan ini, kami akan membuat perubahan dalam tim di perwasitan dan akan mulai menjalankan sistem penilaian, pemantauan training dan appointment perwasitan secara digital," tambah Erick Thohir.
Advertisement
Selain itu, Ketua Umum PSSI mengungkapkan bahwa mereka akan berupaya untuk meningkatkan proporsi wasit asing di Liga Indonesia untuk musim yang akan datang. Dalam kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia, diharapkan 30 persen dari wasit yang memimpin pertandingan adalah wasit asing, sementara 70 persennya adalah wasit lokal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan integritas pertandingan serta memfasilitasi transfer pengetahuan di antara wasit.
"Kami juga mendorong penggunaan wasit asing dan Indonesia di liga dengan rasio 30 persen wasit asing dan 70 persen wasit Indonesia," pungkas Erick Thohir.
Advertisement
Perlu diketahui bahwa penggunaan wasit asing di Liga 1 Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak musim 2024/2025. Namun, pada saat itu, jumlah wasit asing yang digunakan masih tergolong sedikit. Seiring berjalannya waktu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk meningkatkan frekuensi penggunaan wasit asing menjelang fase-fase penting di akhir musim.
"Dalam tujuh hari ke depan, kita minta wasit asing untuk tempat-tempat yang ada di tim rawan, untuk di jurang degradasi maupun sensitivitas klub-klub yang di atas," jelas Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus, seperti yang dilaporkan oleh Antara pada awal bulan April lalu.