Seorang pengguna Instagram dengan akun @idn.hazel mengajukan pertanyaan kepada Arya Sinulingga, salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, mengenai status pembayaran kompensasi setelah pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Shin Tae-yong dipecat oleh PSSI pada tanggal 6 Januari 2025, dengan alasan terkait dinamika kepemimpinan, bahasa, dan taktik, meskipun kontraknya seharusnya berakhir pada tahun 2027.
Dalam kolom komentar di akun Instagram Arya, @arya.m.sinulingga, pada hari Senin (3/2/2025), @idn.hazel menulis, "Pak saya cuma mau tanya, kompensasi Shin Tae-yong sudah dibayar belum?" Arya pun memberikan tanggapan melalui akun pribadinya, menyatakan, "Sudah dibayar sesuai kontrak," jawab Arya yang menunjukkan bahwa pihak PSSI telah memenuhi kewajiban kontrak kepada Shin Tae-yong.
Advertisement
Pesangon Mencapai Puluhan Miliar
Setelah mencopot Shin Tae-yong dari jabatan pelatih Timnas Indonesia, Arya mengungkapkan secara terbuka mengenai situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa PSSI harus mengeluarkan dana yang sangat besar untuk membayar pesangon pelatih asal Korea Selatan itu. "Dari sisi finansial, puluhan miliar yang harus kami bayar. Artinya itu pun kami tanggung. Tidak mungkin kan diperjualbelikan hal-hal itu," kata Arya pada 7 Januari 2025.
"Tidak ada yang mau beli. Puluhan miliar. Kami harus mengambil risiko itu," sambung pria yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri BUMN RI, Erick Thohir.
Advertisement
DP untuk Gedung
Dalam wawancara yang dilakukan oleh Metro TV pada 9 Januari 2025, Erick Thohir menyatakan bahwa PSSI harus menggunakan anggaran uang muka untuk membeli gedung sebagai langkah untuk membayar pesangon kepada Shin Tae-yong. "Uangnya tadinya mau pakai buat down payment membeli gedung. Begini, kalau bangsa lagi mimpi, ya memang mahal yang harus kita berikan," ungkap Erick Thohir.
"Toh hari ini sepak bola Indonesia baik-baik, dari pemerintah support, artinya kepercayaan dan satu di antaranya adalah prestasi," imbuh Erick Thohir.