Arkhan Kaka telah memulai babak baru dalam hidupnya. Selain berkarir sebagai pesepakbola profesional, striker Timnas Indonesia U-20 ini kini resmi menjadi anggota aktif TNI AD. Pada hari Minggu, 29 Juni 2025, Arkhan Kaka diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan militer di Rindam Jaya Jakarta. "Barokalloh. Salah satu cita-cita Kaka bisa terwujud. Selain sepak bola, Kaka memang ingin menjadi abdi negara di bidang militer. Kami sekeluarga bangga dengan jalan terbaik untuk masa depan Kaka," ungkap Purwanto Suwondo, ayah Arkhan Kaka.
Purwanto, yang juga merupakan mantan striker Persija dan anggota Timnas Indonesia, mengungkapkan bahwa ia telah serius menekuni sepak bola sejak kecil. Meskipun begitu, ia tetap memiliki cita-cita untuk berkarir di bidang militer. "Dia menjalani pilihannya dengan baik. Sepak bola dan militer adalah dua bidang yang disukai Kaka. Jadi kini cita-citanya dikabulkan Allah SWT," tambahnya. Dengan langkah ini, Arkhan Kaka menunjukkan komitmen untuk menggapai impian di dua jalur yang berbeda, sekaligus mengukir prestasi untuk bangsa.
Advertisement
Arkhan Kaka kini telah mendapatkan pangkat sebagai Serda di TNI Angkatan Darat. Saat ini, ia sedang menunggu penempatan tugas resmi dan sementara waktu diperbantukan di Polisi Militer Rindam Jaya. "Sementara di Polisi Militer. Kaka harus menjalani pendaftaran khusus lagi. Seharusnya dia pendidikan di Cimahi. Karena ada tugas lain jadi pemain di tim Mabes TNI, dia dididik di Rindam Jaya," ungkap Purwanto.
Setelah resmi menjadi anggota TNI AD, Arkhan Kaka masih diperbolehkan untuk melanjutkan kariernya sebagai pesepak bola profesional. Ia masih terikat kontrak dengan Persis selama satu tahun ke depan. "Akhir Agustus nanti ada Piala Panglima. Kaka masuk tim Mabes TNI. Ini tugas kesatuan. Setelah itu, Kaka minta izin kembali ke Persis untuk kompetisi Liga 1 mendatang," tambah Purwanto.
Advertisement
Fenomena pesepak bola Indonesia yang memiliki profesi ganda sebagai abdi negara bukanlah hal yang baru. Contohnya, Bhayangkara FC, yang sebagian besar anggotanya berasal dari korps kepolisian. Selain itu, terdapat beberapa mantan pemain Timnas Indonesia yang masih aktif bermain di Liga 1 dan juga terdaftar sebagai anggota TNI. Di antara mereka adalah Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu, Andy Setyo, Dimas Drajad, dan Angga Saputro. Hal ini menunjukkan bahwa banyak atlet sepak bola yang berkomitmen untuk melayani negara sambil tetap berprestasi di lapangan hijau.
Dengan adanya kombinasi antara sepak bola dan pengabdian kepada negara, para pemain ini memberikan contoh yang positif bagi generasi muda. Mereka tidak hanya berjuang untuk meraih prestasi di dunia olahraga, tetapi juga berkontribusi bagi keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti yang telah disebutkan, Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia yang masih eksis di Liga 1 juga tercatat sebagai anggota TNI. Ini membuktikan bahwa dedikasi mereka tidak hanya terbatas pada sepak bola, tetapi juga pada tugas negara yang mereka jalani.
Advertisement
Di sisi lain, Ahmed Zaki Iskandar selaku manajer Timnas Indonesia U-20 memberikan tanggapan terkait berita tentang Arkhan Kaka, Ikram Al Giffari, dan Jehan Pahlevi yang telah menjadi anggota TNI. Ia mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. "Saya belum mendapatkan informasinya," ujar Zaki kepada Bola.com, Selasa (1-7-2025).
Sementara itu, beberapa pemain lain dari Timnas Indonesia U-20, seperti Zidan Arrosyid, Aulia Rahman, dan kiper Persik Kediri, Rifqi Ray, telah membagikan foto di media sosial mereka setelah resmi dilantik menjadi anggota TNI AD. Hal ini menunjukkan bahwa ada perkembangan signifikan di kalangan pemain muda yang terlibat dalam kegiatan di luar lapangan sepak bola. Dengan demikian, situasi ini menjadi perhatian publik dan menambah dinamika dalam dunia olahraga Indonesia.