Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan pesan kepada Manchester United setelah mereka mengalami kekalahan 0-1 dari ASEAN All-Stars. Di akun Facebooknya, Anwar menuliskan, "Oh tidak! Manchester United gagal memenangkan trofi lagi. Sepertinya kalian akan mengalami 'sakit kepala' musim depan," yang menunjukkan keprihatinannya terhadap performa tim tersebut.
Ia juga menambahkan, "Semoga kalian tidak terdegradasi ke Championship," merujuk pada divisi kedua dalam kompetisi sepak bola Inggris. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, MU harus menanggung malu setelah kalah dari ASEAN All-Stars dengan skor 0-1.
Tim yang dipimpin oleh manajer Ruben Amorim ini mencakup pemain-pemain seperti Harry Maguire, Andre Onana, dan Bruno Fernandes, namun penampilan mereka di tur pascamusim kali ini sangat mengecewakan.
Kekalahan ini semakin diperburuk oleh gol kemenangan yang dicetak oleh Maung Maung Lwin dari Myanmar pada menit ke-71 untuk South-East Asia XI. Penampilan buruk Setan Merah ini menjadi sorotan, terutama setelah mereka menyelesaikan tur bus terbuka menjelang pertandingan. Dengan hasil ini, banyak penggemar yang merasa khawatir tentang masa depan tim di musim yang akan datang.
Advertisement
Manchester United mengakhiri kompetisi Liga Premier di posisi ke-15, mengumpulkan 42 poin, yang dianggap sebagai salah satu musim terburuk dalam sejarah klub sejak mereka mengalami degradasi pada musim 1973-74. Apabila mereka mengulangi performa serupa di musim depan, kekhawatiran di kalangan penggemar bisa menjadi kenyataan.
Walaupun telah menurunkan beberapa pemain muda dari akademi, MU tetap dianggap sebagai tim unggulan saat berhadapan dengan lawan-lawan yang terdiri dari pemain internasional Asia Tenggara, termasuk wakil dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, Timor-Leste, Singapura, dan Indonesia. Namun, hasil di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Gol tunggal yang dicetak oleh winger asal Myanmar, Maung Maung Lwin, pada menit ke-71 menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang dihadiri oleh lebih dari 70.000 penonton di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia. Meskipun secara statistik, MU mendominasi dengan penguasaan bola yang tinggi serta mencatatkan 19 tembakan, hanya empat di antaranya yang tepat mengarah ke gawang.
Advertisement
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Amorim tidak ragu untuk mengakui tanggung jawabnya. "Saya selalu merasa bersalah atas performa tim sejak pertandingan pertama saya di sini," dengan nada yang jujur.
Suara sorakan dari penonton terdengar jelas saat peluit akhir dibunyikan. Alih-alih merasa tersinggung, Amorim justru memandang sorakan tersebut sebagai hal yang bermanfaat bagi perkembangan mental timnya.
"Mungkin sorakan itu adalah sesuatu yang kami butuhkan," ungkapnya.
"Setiap kali kami kalah di Premier League, para suporter selalu mendukung kami. Saya merasakannya setiap kali kami mengakhiri pertandingan di kandang. Suporter tetap bersama kami. Mari kita lihat bagaimana musim depan berjalan," tutupnya dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik.