Calvin Verdonk, penggawa Timnas Indonesia, kini tengah menjalani musim ketiganya bersama NEC Nijmegen di Eredivisie, liga sepak bola Belanda. Sebagai pemain kunci, ia telah tampil dalam 28 pertandingan musim ini, mencetak satu gol dan memberikan satu assist.
Belum lama ini, Calvin mengungkapkan pandangannya mengenai masa depannya. Ia terbuka untuk meninggalkan NEC Nijmegen jika ada tawaran menarik yang datang, termasuk dari klub-klub di luar Belanda. Beberapa liga papan atas Eropa seperti Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Serie A menjadi target bagi banyak pesepak bola, namun Calvin memiliki pandangan berbeda.
Menariknya, ketika membahas kemungkinan untuk berpindah klub, Premier League tidak termasuk dalam daftar prioritas Calvin Verdonk. Pemain berusia 27 tahun ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke-28 pada Sabtu (26/4/2025) mendatang. Meskipun 28 tahun merupakan usia yang dianggap ideal bagi banyak pemain sepak bola, Verdonk memilih untuk bersikap realistis mengenai masa depannya.
"Saya tidak benar-benar punya pilihan impian, tetapi mungkin kepindahan finansial lainnya," ungkapnya, seperti yang dilansir dari situs Forza NEC. Ia melanjutkan,
"Saya mulai menjadi cukup tua sebagai pemain sepak bola. Saya penasaran untuk melihat apakah saya bisa bertahan di kompetisi top-5. Saya rasa saya tidak bisa menangani Premier League."
Advertisement
Minat untuk mengikuti jejak Kevin Diks
Calvin Verdonk merasa bahwa jika menghadapi kesulitan dalam berkarier di Premier League, Bundesliga atau Liga Jerman dapat menjadi alternatif yang menarik jika ada kesempatan untuk bergabung. Ia juga menyebutkan bahwa Kevin Diks, rekan satu timnya di Timnas Indonesia, telah bergabung dengan Borussia Monchengladbach hingga tahun 2030.
Verdonk menjelaskan, "Semuanya di Premier League berjalan begitu cepat dan sangat membutuhkan fisik dengan banyak pertandingan. Mungkin di Bundesliga."
Ia juga menambahkan, "Saya tidak begitu mengenal Serie A, tetapi saya pikir sejumlah pemain dari tim kami dapat bersaing di sana. Mungkin La Liga, tidak banyak pemain Belanda yang bermain di sana, terutama di klub-klub kecil," tegasnya. Dengan pernyataan tersebut, Verdonk menunjukkan pandangannya tentang peluang bermain di liga-liga Eropa lainnya.
Advertisement
Menghadapi tantangan
Calvin Verdonk, sepanjang kariernya, telah memiliki pengalaman bermain di luar negeri, termasuk di Portugal. Ia pernah bergabung dengan klub Famalico, tetapi mengalami beberapa kesulitan selama dua periode peminjamannya di klub tersebut. Akhirnya, ia kembali ke Belanda dan mulai menunjukkan performa yang cemerlang bersama NEC Nijmegen.
"Ada juga COVID-19 saat itu. Ada banyak orang dari Amerika Selatan, yang hampir tidak bisa berbahasa Inggris. Itu membuat saya sangat sulit untuk beradaptasi," ungkapnya, mengingat masa-masa sulitnya. Verdonk, yang merupakan alumni akademi Feyenoord, juga mengungkapkan kerinduannya akan suasana rumah.
"Saya merindukan suasana rumah. Jika Anda tidak merasa nyaman di luar sepak bola, Anda akan menyadari bahwa itu tidak akan berhasil di lapangan. Saya merasa betah di sini dan saya pikir Anda juga dapat melihatnya di lapangan," tegasnya, menunjukkan betapa pentingnya kenyamanan bagi seorang pemain.
Sumber: Forza NEC