Kepolisian Hertfordshire telah menangkap seorang remaja berusia 17 tahun yang mengirimkan pesan-pesan negatif kepada istri Kai Havertz. Tindakan ini berkaitan dengan performa buruk Arsenal di Piala FA baru-baru ini.
Pada tanggal 12 Januari 2025, Arsenal bertanding melawan MU dalam pertandingan ketiga Piala FA musim 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates tersebut berakhir imbang 1-1 setelah waktu normal dan extra time, sehingga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Sayangnya, Arsenal harus menelan kekalahan dengan skor 3-5 dalam adu penalti, di mana salah satu eksekutor penalti mereka, Kai Havertz, gagal mencetak gol. Kejadian ini membuat pemain asal Jerman tersebut mendapat banyak kritik dari para penggemar.
Lebih buruknya lagi, istri Havertz, Sophia Weber, juga menjadi sasaran serangan. Dia menerima sejumlah pesan negatif dari netizen.
Advertisement
Setelah kekalahan Arsenal dari Manchester United, Kai Havertz menjadi sorotan negatif di media sosial. Banyak netizen melontarkan komentar buruk kepadanya, namun istrinya, Sophia Weber, mengalami situasi yang lebih sulit karena saat ini dia sedang hamil anak pertama mereka.
Sophia Weber pun tidak luput dari serangan komentar negatif, di mana dia sempat membagikan beberapa pesan buruk yang diterimanya, termasuk yang menyangkut bayi yang sedang dikandungnya.
Menanggapi situasi ini, Arsenal mengambil langkah serius dengan menyewa perusahaan teknologi bernama Signify untuk mengidentifikasi pengirim pesan-pesan tersebut. Selain itu, pihak Kepolisian Hertfordshire juga turut melakukan penyelidikan.
Berita baiknya, Kepolisian Hertfordshire berhasil menemukan pelaku yang mengirimkan pesan-pesan buruk kepada istri Kai Havertz. Pelaku tersebut adalah seorang remaja berusia 17 tahun dari St Albans yang telah ditangkap. Meskipun dia dibebaskan dengan jaminan, proses penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan tindakan hukum yang tepat.
Advertisement
Insiden yang dialami oleh Kai Havertz dan istrinya seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Mengeluarkan komentar negatif terhadap seorang pemain atau keluarganya akibat penampilan kurang memuaskan di lapangan bukanlah tindakan yang bijak.
"Kita benar-benar harus melakukan sesuatu tentang hal itu, karena menerima itu dan menyembunyikannya memiliki konsekuensi yang mengerikan," ungkap manajer Arsenal, Mikel Arteta.
Ia menambahkan, "Itu adalah sesuatu yang harus kita hilangkan dari permainan karena sangat sinis dan bergantung pada hasil suatu tindakan. Tidak ada industri lain yang seperti ini," tegas pria asal Spanyol tersebut.
Sumber: talkSPORT