Tangani Kasus Syahrini & Inul, Hotman Paris Akui Dibayar dengan Harga Fantastis
Merdeka.com - Hotman Paris Hutapea blak-blakan tentang artis yang menggandengnya sebagai pengacara dan membayar dengan harga fantastis untuk menangani sebuah kasus. Artis tersebut adalah Inul Daratista dan Syahrini.
Hal tersebut diungkap pengacara yang identik dengan cincin berliannya itu dalam video di saluran YouTube Medcom id dengan tajuk 'Hotman Paris Ungkap Artis yang Berani Bayar Mahal Jasanya' yang tayang 25 Juli 2020.
Yohana Margaretha sebagai pembawa acara bertanya kepada Hotman mengenai artis yang berani membayar mahal kepadanya. Tanpa basa-basi, Hotman pun mengungkapnya.

YouTube medcom id ©2020 Merdeka.com
"Bang Hotman, siapa artis yang paling berani bayar mahal?,"tanya Yohan.
"Yang berani bayar mahal adalah Inul. Waktu itu kasus karaoke udah lama itu. Tapi sering dia saya pegang. Yang paling royal itu adalah Inul, yang nomor dua adalah Syahrini," papar Hotman Paris.
Hotman kemudian diminta untuk menyebutkan tiga nama artis yang membayarnya dengan harga fantastis, namun Hotman mengatakan bahwa hanya dua artis itu aja yang memberikan bayaran tinggi untuknya.
Meski begitu, Hotman tak memberikan bocoran berapa nilai fantastis yang diberikan Inul dan Syahrini untuknya.
"Nomor tiga gak ada, yang lain gratis karena terlalu murah," papar Hotman.

YouTube medcom id ©2020 Merdeka.com
Kerap menangani sederet kasus hukum para artis ternama, Hotman mengatakan bahwa tak sedikit artis yang justru mendompleng namanya agar kasusnya mencuat.
"Banyak artis memakai saya untuk malah dia populer, agar kasusnya populer. Artis sebagian besar bukan ekonomi yang mampu membayar honor pengacara seperti saya. Jadi mereka relatif bayar honor jadi banyak pengacar yang mau terima Rp5 juta, Rp50 juta," papar Hotman.
"Makanya saya lebih suka gratis sekalian. Makanya banyak artis yang saya pegang itu gratis," sambungnya.
Hotman menjelaskan bahwa ia kerap membantu sederet artis tanpa menerima bayaran asalkan kasusnya menarik. Hotman tak akan menangani kasus-kasus yang kecil seperti pencemaran nama baik.
"Kasusnya yang menarik, yang substansinya tidak menjadi cemoohan masyarakat. Misalnya dulu waktu saya bela itu pengusaha lamborghini yang diakui sama penyanyi dangdut mereka sudah menikah padahal belum," jelasnya.
(mdk/end)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya