Sahrul Gunawan melarang anaknya melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta. Larangan tersebut justru menjadi bola liar yang akhirnya dikaitkan dengan isu ijazah palsu Joko Widodo atau Jokowi. Tak bisa dibiarkan, Sahrul akhirnya buka suara.
Melalui akun instagram pribadinya, artis berusia 49 tahun itu mengungkapkan alasan melarang anaknya melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta. Yang jelas tak ada kaitannya sama sekali dengan isu ijazah palsu yang belakangan tengah marak diperbincangkan. Simak ulasannya berikut ini.
Advertisement
Larang Anak Kuliah di UGM Yogyakarta
Sahrul Gunawan memang secara tegas melarang anaknya melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta meski sang putra sudah lolos seleksi. Alasan Sahrul melarang anaknya merupakan hasil diskusi dengan sang mantan istri. Di mana lokasi kampus yang cukup jauh. Ia berharap anaknya bisa fokus mengikuti seleksi masuk Universitas Indonesia.
"Ezzar, anak sulung saya mengikuti test masuk UGM utk program double degree dan lolos. Namun kami (saya dan ibu kandung ezzar) sepakat utk memotivasi anak sy mengikuti test di UI utk program yang sama, sehingga batal masuk UGM," terang Sahrul.
Advertisement
Dikaitkan dengan Isu Ijazah Palsu Jokowi
Larangan yang diberikan Sahrul untuk sang putra rupanya menjadi bola liar di media sosial. Banyak yang mengaitkan keputusannya dengan isu ijazah palsu Jokowi. Dengan tegas Sahrul membantahnya. Baginya, masalah sang buah hati tak ada kaitannya dengan hal lain. Keputusan ini murni hasil diskusi dengan mantan istri.
"Saya adalah satu yang meyakini bahwa bapak Jokowi berijazah asli lulusan UGM. Terus terang saya sudah bosan dengan pemberitaan mengenai ijazah palsu ini, apa ga ada lagi hal yang penting utk di blow up, yang lebih substantif, yang membangun, utk bangsa ini?," terang Sahrul.
Advertisement
Sosok Jokowi di Mata Sahrul
Sahrul sangat menghargai sosok Jokowi dan meyakini keasliian ijazah yang dimilikinya. Untuk itu, ia pun meminta agar warganet tak menghabiskan energi untuk membahas tentang isu seperti ini.
"Jangan lupa bapak @jokowi pernah jd walikota solo, gubernur DKI, presiden 2 periode, tentu sudah dilakukan verifikasi data bertingkat2 saat pencalonannya? Beliau sudah berkontribusi banyak bagi bangsa ini. Apa gunanya dipermasalahkan setelah beliau selesai menjabat?," ungkapnya.
"Lebih baik kita habiskan energi kita utk hal2 yang positif. Kalau kita tidak menjadikan rasa kebangsaan dan hanya aspek politis sebagai dasar utk melangkah, bagaimana kita mau maju? Yuk semua pihak.. PR kita masih banyak, kita fokus saja utk kemajuan bangsa ini kedepan," sambungnya.