Rio Febrian: Mama Melatih Kesederhanaan
Merdeka.com - Isak tangis kesedihan mewarnai pemakaman ibunda penyanyi Rio Febrian, Nancy Kosakoy di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sukun Kota Malang. Handai tolan dan kerabat mengantarkan almarhummah di peristirahatan terakhir.
Rio tampak beberapa kali mengusap air mata kesedihan saat memberikan sambutan mewakili keluarga. Sementara istrinya, Sabria Kono, terus mengelus pundaknya untuk memberikan ketenangan.
Menahan Haru
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDengan kalimat terbata-bata, Rio menahan haru atas kepulangan orang yang telah membesarkan selama hidupnya. Sementara kedua anaknya juga terlihat selalu berada di sampingnya.
"Atas nama keluarga besar, terima kasih untuk semua yang sudah datang mengantarkan mama. Semoga semua doa yang diberikan kepada mama, bisa melancarkan jalan bersama Tuhan di surga. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhummah, dan semoga hari ini kita semua bisa dihiburkan. Saya yakin mama juga bahagia, kita semua juga bahagia," kata Rio Febrian, Kamis (19/9).
Kesedihan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKesedihan juga tampak di wajah ayah Rio, Alfhras yang juga terus didampingi menantu dan keluarga. Rio dan keluarga tampak begitu kehilangan sosok Nancy Kosakoy dalam kehidupan mereka.
Nancy Kosakoy berpulang Senin (16/9) pukul 19.05 wib di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Kota Malang. Almarhumah yang lahir di Surabaya tahun 1950 dikaruniai 2 orang anak, Shinta Shovya dan Rio Febrian, serta 3 orang cucu laki-laki.
Almarhumah menderita tumor yang menyerang tenggorokan, hingga membuatnya sulit berkomunikasi. Selama tiga bulan terakhir kondisinya semakin menurun hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Bagi seorang Rio Febrian, Mama Nancy memiliki peran besar dalam karirnya. Beliau pertama kali yang menyadari bakat menyanyi Rio kecil dan mendukung untuk mengikuti latihan vocal serta berbagai perlombaan sejak usia 8 tahun.
Bakat, kemampuan, semangat Rio serta dukungan penuh dan doa dari mama dan keluarga senantiasa menyertai Rio dalam mengikuti berbagai lomba nyanyi. Sampai akhirnya tahun 1997 berhasil menjuarai ajang menyanyi Internasional Asia Bagus di Singapura.
Prestasi itu menjadi titik awal seorang Rio Febrian memasuki industri musik professional di Indonesia. Setelah kurang lebih 12 tahun, Nancy mengurus kegiatan menyanyi Rio, sampai akhirnya tahun 1999 memiliki management artis untuk mengembangkan karir bernyanyinya.
"Setiap ibu hampir memiliki arti yang sama dalam kehidupan. Kita bisa ada di dunia ini dan memiliki segala sesuatu tidak lepas dari seorang ibu," katanya usai pemakaman.
"Apalagi saya, yang memang dibesarkan dengan kesederhanaan dari seorang ibu yang selalu memberikan segala sesuatu dengan kemampuannya. Karena dilatihnya sederhana, makanya dari sekarang modelnya begini juga. Pancaranya seorang mama, ya ini," sambungnya.
Jenazah almarhumah sebelumnya berada di persemayamkan Yayasan Gotong Royong Malang, Ruang VIP 2 & VIP 3 Jl. Taman Tenaga Nomor 2 Kota Malang. Jenazah juga disemayamkan di rumah duka di Perumahan Puncak Bukit Tidar Kota Malang.
Keluarga dan kerabat mengantarkan almarhummah di peristirahatan terakhir dalam sebuah upacara yang berlangsung khusyuk. Acara ditutup dengan tabur bunga secara bergantian.
(mdk/end)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya