Terinspirasi Karya Guruh Soekarnoputra, Camp Broadway Indonesia Kirim Surat Untuk Indonesia Lewat Panggung Musikal

Beberapa lagu yang dinyanyikan antara lain "Seni", "Zamrud Khatulistiwa", "Damai", dan "Untukmu, Indonesiaku".

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Terinspirasi Karya Guruh Soekarnoputra, Camp Broadway Indonesia Kirim Surat Untuk Indonesia Lewat Panggung Musikal
(Foto: Doc. Camp Broadway Indonesia) (© 2025 Liputan6.com)

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Camp Broadway Indonesia menyelenggarakan sebuah pertunjukan musikal dan monolog berjudul "Kami Anak Indonesia: Surat untuk Indonesia". Acara ini berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Pertunjukan yang berdurasi 45 menit ini menyajikan narasi yang menyentuh hati melalui monolog dan musikal, yang mencerminkan keresahan, harapan, serta kebanggaan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

Triwatty Marciano, selaku Executive Producer Camp Broadway Indonesia, menjelaskan, "Pertunjukan ini dalam rangka hari anak Indonesia. Jadi anak-anak ini sebetulnya tadi sedang menyampaikan surat kepada Indonesia karena mereka merasa perlunya menulis surat kepada Indonesia," pada Sabtu (19/7/2025).

"Mereka kumpulan batch 1,2 dan 3 dari Camp Broadway Indonesia, yang pada hari ini juga resmi launching Camp Broadway Indonesia Legacy Stars," ujarnya.

Dengan demikian, acara ini tidak hanya merayakan anak-anak, tetapi juga memberikan mereka platform untuk mengekspresikan suara dan aspirasi mereka kepada bangsa.

Lagu yang Ditulis Oleh Guruh

Terinspirasi Karya Guruh Soekarnoputra, Camp Broadway Indonesia Kirim Surat Untuk Indonesia Lewat Panggung Musikal
(Foto: Doc. Camp Broadway Indonesia) © 2025 Liputan6.com

Triwatty menyatakan bahwa pertunjukan ini terinspirasi oleh karya lagu Guruh Soekarnoputra. Oleh karena itu, lagu-lagu seperti "Seni", "Zamrud Khatulistiwa", "Damai", dan "Untukmu, Indonesiaku" juga ditampilkan dalam acara tersebut.

"Pagelaran kali ini terinspirasi dari lagu-lagunya dari Mas Guruh Soekarnoputra. Makanya dari sekian lagu emang kita terinspirasi dari lagu-lagu beliau," ungkapnya. Dengan demikian, pertunjukan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan penghormatan terhadap karya-karya yang telah memberikan warna dalam dunia musik Indonesia.

Penampilan yang Mengesankan

Keterbatasan waktu dan jadwal latihan yang padat menjadi tantangan bagi anggota CBI Legacy Stars dalam mempersiapkan pertunjukan ini. Namun, mereka tetap berhasil memberikan penampilan yang mengesankan bagi para penonton.

"Kebetulan karena waktunya sangat sempit dan sebagian anak-anak kan ada hang dari luar kota, mereka latihannya lewat zoom. Latihan bersamanya paling satu dua hari," kata Triwatty.

Dengan kondisi seperti ini, dedikasi dan usaha keras para anggota menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang memuaskan meskipun waktu latihan yang tersedia sangat terbatas.

Perhatian Terhadap Anak

Laura Muljadi, yang merupakan advokat seni dan budaya Indonesia serta pendiri Matahari Dari Timur, merasa bahagia dapat berpartisipasi dalam pertunjukan ini. Tema yang diangkat dalam acara tersebut sangat relevan, yakni menggambarkan kepedulian anak-anak untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.

Laura menekankan pentingnya introspeksi dalam pernyataannya, "Kalo kita boleh melihat ke dalam dan mengerti diri kita, maka kita akan memulai langkah untuk negeri. Kita nggak perlu melihat kita itu siapa, tapi pertanyaannya apa yang bisa kita berikan. Pertanyaan yang paling penting apakah kita mau?" Dengan pernyataan tersebut, ia mengajak semua pihak untuk berpikir tentang kontribusi yang bisa diberikan demi kemajuan bangsa.

Rekomendasi