Keluarga besar jurnalis terkenal Najwa Shihab merasakan duka yang mendalam setelah suaminya, Ibrahim Sjarief Assegaf, meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025. Pemakaman dilaksanakan dengan khidmat di TPU Jeruk Purut, Jakarta, pada Rabu (21/5) pagi, dalam suasana yang penuh haru, ditambah hujan lebat yang turun tanpa henti.
Ibrahim dimakamkan dalam satu liang lahat bersama putrinya, Namiyah, yang telah lebih dulu meninggal. Pemandangan tersebut mencerminkan betapa besar rasa kehilangan yang dialami oleh keluarga serta kuatnya ikatan antara ayah dan anak yang bahkan tak terpisahkan di alam kubur. Meskipun hidupnya tidak banyak disorot media, kehadiran sejumlah tokoh publik dan derasnya hujan di lokasi pemakaman menambah suasana yang mengharukan.
Ayah Najwa, Quraish Shihab, menyatakan bahwa hujan tersebut merupakan tanda kasih dari Tuhan, sebagai simbol ridho atas kepergian sang menantu. Prosesi yang berlangsung ini dipenuhi dengan tangisan, doa, dan keikhlasan, menciptakan momen yang sangat emosional bagi semua yang hadir.
Kini, Najwa Shihab berada dalam keadaan legawa dan ikhlas setelah ditinggal oleh suami tercintanya. Berikut adalah fakta-fakta pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf suami Najwa Shihab yang berhasil dirangkum oleh merdeka.com pada Kamis (22/5).
Advertisement
Kata Quraish Shihab Soal Turun Hujan saat Pemakaman: Berpulangnya Almarhum Menjadi Tanda Rahmat Tuhan
Selama proses pemakaman, hujan lebat terus mengguyur lokasi saat jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf dikebumikan. Meskipun cuaca buruk, Quraish Shihab menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan kebetulan, melainkan merupakan tanda kasih sayang dan rahmat Tuhan kepada hamba-Nya yang terkasih. Ia berpendapat bahwa hujan yang menyertai kepergian Ibrahim menunjukkan bahwa almarhum adalah sosok yang diberkahi dan meninggalkan jejak teladan yang mendalam dalam hidupnya.
"Berpulangnya almarhum menjadi tanda Rahmat Tuhan. Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an, orang-orang yang durhaka itu, langit tidak menangis buat dia. Artinya tidak turun hujan. Berarti orang yang dicintai Tuhan ketika dimakamkan, hujan turun, ridho," kata Quraish Shihab usai ikut memakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Kebesaran hati Quraish Shihab terlihat jelas dalam penerimaan takdir Tuhan yang diyakininya selalu membawa keputusan terbaik, termasuk saat ditinggal menantunya yang dianggapnya sebagai sosok yang lembut dan penuh keutamaan. Selain itu, banyak pelayat yang hadir meskipun dalam kondisi cuaca yang sangat buruk, hal ini menunjukkan bahwa almarhum memiliki pengaruh yang besar dan kebaikan hati yang selalu diingat oleh orang-orang yang mengenalnya.
Advertisement
Izzat Assegaf Ikut Mengantarkan Almarhum Ayah ke Peristirahatan yang Terakhir
Putra Najwa dan Ibrahim, Izzat Assegaf, hadir untuk mengantar ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir. Ia terlihat mengangkat keranda jenazah sang ayah dan turut menyiramkan air saat pemakaman berlangsung. Raut wajah Izzat mencerminkan kesedihan yang mendalam sebagai anak yang ditinggal pergi, namun ia tetap menunjukkan ketegaran dan menerima keadaan dengan lapang dada. Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan penuh penghormatan, di mana tenda besar disediakan untuk melindungi para pelayat dari hujan deras. Izzat berdiri di tengah kerumunan pria dewasa yang menyaksikan penguburan sosok ayah yang sangat ia hormati.
Walaupun Najwa tidak ikut dalam pengantaran jenazah sesuai dengan adat dan tradisi keluarga, kehadiran Izzat secara spiritual menggantikan posisi tersebut. Hal ini mencerminkan cinta, doa, dan pengabdian dari istri dan anak kepada almarhum. Momen ini menjadi saksi betapa dalamnya ikatan keluarga mereka, meskipun dalam suasana duka. Rasa kehilangan yang dirasakan Izzat juga menjadi gambaran dari kasih sayang yang terjalin erat dalam keluarga mereka.
Advertisement
Ibrahim Sjarief Assegaf Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Sang Putri
Pemakaman Ibrahim menjadi momen yang sangat emosional, karena jenazahnya diletakkan dalam satu liang lahat bersama putrinya, Namiyah, yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Namiyah adalah anak kedua dari pasangan Najwa dan Ibrahim, yang meninggal dunia hanya empat jam setelah dilahirkan. Dalam keputusan yang diambil, keluarga memutuskan untuk menyatukan kembali ayah dan anak dalam satu liang lahat sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol cinta yang abadi antara mereka berdua.
Selain itu, beberapa tokoh turut memberikan penghormatan kepada sosok pengacara tersebut. Salah satunya adalah Anies Baswedan, yang merasakan duka mendalam atas kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf. Melalui akun Instagram-nya, Anies mengungkapkan tentang karakter Ibrahim yang dikenal sebagai pribadi yang tenang, hangat, dan penuh kebaikan. "Almarhum adalah sosok yang tenang, hangat, dan penuh kebaikan dalam kesehariannya. Namun juga dikenal sebagai sosok yang terbuka dan senang bergurau oleh mereka yang kerja bersamanya. Yang pasti, ia menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Insya Allah beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah, pulang dalam kondisi terbaik," tutur Anies dalam unggahan di media sosialnya.
Advertisement
Najwa Shihab merasa pasrah dan legawa, menerima bahwa segala sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan adalah yang terbaik
Najwa Shihab, meskipun tidak dapat hadir di pemakaman karena pertimbangan adat dan agama, tetap menarik perhatian banyak orang berkat keteguhan dan keikhlasannya dalam menghadapi kehilangan orang yang dicintainya. Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal sebagai sosok yang sangat tangguh, mampu menerima kenyataan pahit dengan sepenuh hati dan keyakinan bahwa setiap keputusan Tuhan adalah yang terbaik.
Air matanya tak dapat dibendung, tetapi ia tetap berusaha menjaga perkataannya agar sejalan dengan keridhaan kepada Tuhan, menjadikannya sebagai perempuan yang kuat dan menginspirasi banyak orang dalam menghadapi kesedihan. Hubungan hidupnya dengan Ibrahim, yang penuh kasih meski jauh dari sorotan publik, menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu tampak di permukaan, melainkan tumbuh dari kepercayaan dan cinta yang mendalam.
"Pasrah, legawa, semua apa yang ditentukan Tuhan, itulah yang terbaik. Memang hati sedih, mata berlinang, tapi tidak pernah berucap kecuali apa yang diridhai Tuhan," tambah, Quraish Shihab.
Advertisement
Penyebab Kematian Ibrahim: Meninggal Dunia setelah Dirawat Intensif di RS PON
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Ibrahim Sjarief Assegaf mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta. Ia meninggal setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang tidak dijelaskan secara rinci oleh keluarganya.
Adik almarhum, Rifqi Sjarief Assegaf, menyatakan bahwa Ibrahim dirawat inap selama sekitar lima hingga enam hari. Dalam kondisi tersebut, ia mengungkapkan bahwa keluarga sudah mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi momen-momen terakhir bersama almarhum.
"Ada proses sakit beberapa hari dan itu membuat setidaknya kita lebih siap dibanding kejadiannya langsung dan saya pikir mbak Nana (panggilan akrab Najwa Shihab) sangat kuat," tutur, Rifqi.
Kepergian Ibrahim di usia 47 tahun menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi kerabat, kolega, dan sahabat. Rifqi menambahkan bahwa Ibrahim adalah sosok yang tenang, humoris, dan bertanggung jawab sepanjang hidupnya.
"Saya kira wajar kalau kami sebagai keluarga sangat kehilangan beliau orang yang sangat mudah diterima banyak pihak banyaknya, saudara rekan-rekan yang mengantar beliau bahkan menemani saat beliau sakit menunjukkan banyak yang sayang terhadap beliau. Jadi saya bisa sampaikan terima kasih banyak kepada semua teman-teman dan mohon doanya agar almarhum diberikan tempat terbaik dan keluarga diberikan ketabahan walaupun sudah ikhlas namun kehilangan orang dekat bukan hal yang mudah bagi keluarga tapi kami yakin waktu akan membuat penerimaan akan lebih mudah," tambahnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik (People Also Ask)
1. Siapa Ibrahim Sjarief Assegaf, suami Najwa Shihab?
Ibrahim adalah suami dari jurnalis Najwa Shihab, dikenal sebagai sosok pribadi yang hangat dan rendah hati serta ayah dari dua anak.
2. Di mana Ibrahim dimakamkan?
Ibrahim dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta, dalam satu liang lahat bersama putrinya, Namiyah.
3. Kenapa Najwa Shihab tidak ikut ke pemakaman suaminya?
Najwa tidak ikut ke pemakaman karena mengikuti tradisi dan adab keluarga yang hanya memperkenankan laki-laki di area penguburan.
4. Apa makna hujan saat pemakaman menurut Quraish Shihab?
Menurut Quraish Shihab, hujan adalah tanda kasih Tuhan dan bentuk ridho atas kepergian hamba yang dicintai-Nya.
5. Apa penyebab meninggalnya Ibrahim Sjarief Assegaf?
Ibrahim meninggal setelah dirawat di RS PON karena kondisi kesehatan yang memburuk dalam beberapa hari terakhir.