Dikenal Sebagai Seniman Bali Berbakat, Ternyata Mendiang Ayah Luna Maya Uut Bambang Sugeng Orang Jawa Tulen Kelahiran Yogyakarta

Ayah Luna Maya, Uut Bambang Sugeng sangat mencintai seni dalam berbagai bentuk, seperti musik, membatik, dan melukis.

Ratnaning Asih
Oleh Ratnaning Asih - Reporter
Dikenal Sebagai Seniman Bali Berbakat, Ternyata Mendiang Ayah Luna Maya Uut Bambang Sugeng Orang Jawa Tulen Kelahiran Yogyakarta
Luna Maya dan mendiang ayahnya. (Instagram/ lunamaya) (© 2025 Liputan6.com)

Acara pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier menarik perhatian banyak orang, terutama mengenai latar belakang aktris tersebut. Meskipun dikenal sebagai aktris yang berasal dari Bali, serangkaian kegiatan yang diselenggarakan sangat kental dengan nuansa tradisi Jawa.

Hal ini ternyata berkaitan dengan ayah Luna Maya, almarhum Uut Bambang Sugeng. Meskipun sosoknya tidak begitu dikenal oleh publik karena meninggal dunia pada 28 November 1995, namun dia merupakan seorang seniman.

Bahkan belum lama ini Luna Maya dan Kakaknya menggelar pameran khusus yang memajang karya sang ayah bertajuk Double Flame pada Desember 2024 di Bali. Luna Maya sendiri menginformasikan tentang pameran tersebut melalui akun media sosialnya, termasuk menampilkan QR Code yang mengarah ke katalog pameran.

Dalam katalog pameran yang ditulis Arif Bagus Prasetyo, terungkap mendiang Uut Bambang Sugeng lahir pada tahun 1951 di Yogyakarta, dari orang tua yang berasal dari Cirebon dan Bojonegoro.

"Setelah menyelesaikan pendidikan, ia pindah ke Bali untuk menikmati kebebasan hidup yang memungkinkannya mengembangkan bakat seni dengan lebih leluasa," demikian kutipan dari katalog tersebut.

Kecintaan Uut terhadap musik membawanya ke India pada tahun 1976 dengan tujuan untuk mempelajari instrumen sarot. Setelah kembali dari India, ia menikah dengan seorang wanita asal Austria, Desa Maya Waltraud Maier dan menetap di Bali.

Seniman Serba Bisa

Asal Usul Ayah Luna Maya, Mendiang Uut Bambang Sugeng: Kelahiran Yogyakarta, Berdarah Cirebon - Bojonegoro
Luna Maya dan mendiang ayahnya. (Instagram/ lunamaya) © 2025 Liputan6.com

Panggilan seni Uut terwujud dalam berbagai bentuk media. Salah satu yang pertama kali ia geluti batik. Setahun setelah pernikahannya, ia mulai memproduksi batik yang dijual di Boutique Banana, yang didirikan bersama istrinya.

Usaha ini ternyata membuahkan hasil yang baik, bahkan banyak diminati konsumen di Jepang. Meskipun sibuk dengan bisnis, Uut tidak pernah berhenti berkarya.

Pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an, almarhum Uut mengunjungi berbagai negara seperti Australia, Jepang, Amerika, China dan negara lainnya untuk mengasah kepekaan estetisnya.

Seiring berjalannya waktu, Uut merasa media batik tidak lagi mampu menampung semua energi kreatif yang dimilikinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk beralih ke seni lukis.

Tema yang sering ia angkat dalam karya-karyanya kehidupan di sekitarnya, menggambarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan. Cara ini membuat Uut dapat mengekspresikan dirinya lebih bebas dan mendalam, menciptakan karya yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna.

Meninggal di Usia Muda

3 Potret Ayah Luna Maya yang Ternyata Punya Paras Menawan, Bergaya Nyentrik Khas Seniman
3 Potret Ayah Luna Maya yang Ternyata Punya Paras Menawan, Bergaya Nyentrik Khas Seniman Potret Ayah Luna Maya (credit: instagram/lunamaya)

Uut meninggal dunia pada usia yang terbilang masih muda, yaitu 45 tahun. Ayah Luna Maya ini meninggal dunia karena sakit, meskipun tidak dijelaskan secara rinci mengenai penyakit yang dideritanya.

"Pada 28 November 1995, ia meninggalkan dunia ini karena sakit mendadak," dikutip dari katalog yang sama.

Meskipun ayahnya sudah tiada, Luna Maya percaya karya seni yang ditinggalkan akan menjadi warisan abadi.

"When art becomes a legacy, it lives forever" dalam sebuah unggahan mengenai Double Flame.

Rekomendasi