Cerita Aktor Goerge Rudy Jadi Mualaf, Tertarik Pelajari Islam Melihat Orang Wudu

Nama aktor senior Goerge Rudy sudah tidak lagi di dunia perfilman tanah air. Namanya dikenal sebagai aktor kawakan yang bermain di film-film laga.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Cerita Aktor Goerge Rudy Jadi Mualaf, Tertarik Pelajari Islam Melihat Orang Wudu
Goerge Rudy Menjadi Mualaf Disaksikan oleh Buya Hamka. ©2022 Merdeka.com/Youtube George Rudy Official.

Nama aktor senior Goerge Rudy sudah tidak lagi di dunia perfilman tanah air. Namanya dikenal sebagai aktor kawakan yang bermain di film-film laga.

Goerge Rudy kini menginjak usia 66 tahun. Dia menceritakan soal kisahnya menjadi seorang mualaf.

Goerge Rudy membagikan kisah tentang dirinya menjadi seorang mualaf yang disaksikan oleh Buya Hamka. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir George Rudy Official.

Cerita Aktor Goerge Rudy Mendapat Hidayah

Goerge Rudy menceritakan soal kehidupan pribadinya yang menjadi seorang mualaf. Dia masih ingat saat itu dirinya sedang menjalani syuting film 'Balada Dua Jagoan' pada tahun 1977. Dalam satu adegan, Goerge Rudy harus melakukan salat.

"Ada juga yang menanyakan bagaimana jalan saya menjadi mualaf. Saya mulai pada saat tahun 1977, pada saat waktu saya syuting 'Balada Dua Jagoan' yang disutradarai oleh almarhum Fritz Schadt. Dimana di dalam satu adegan, saya harus melaksanakan solat. Saya bilang sama Bang Fritz waktu itu 'Bang, saya non muslim' saya bilang gitu. 'Engga apa-apa, ini hanya tokoh ini seorang muslim'. Ya udah saya jalanin hanya pada saat yang terakhir saat mengucapkan assalamualaikum ke kanan assalamualaikum ke kiri dan kebetulan yang menjadi bapak saya adalah Raden Mochtar," katanya.

Dari situ, Goerge Rudy mulai merasakan jika dirinya mendapat hidayah. Dari situ mulai muncul keinginan untuk mulai mempelajari Islam.

"Mungkin secara pribadi saya berpikir bahwa merasakan satu naluri bahwa mungkin ini jalan hidup saya mendapatkan hidayah dari Allah," imbuhnya.

Melihat Orang Wudu

Goerge Rudy mulai mempelajari Islam. Ada satu momen yang membuatnya tertarik untuk mempelajari Islam yakni saat melihat orang sedang wudu.

"Pada saat tahun 1980 saya mulai tertarik untuk mempelajari Islam dan kenapa saya tertarik dengan mempelajari Islam. Saya melihat orang Wudu. Disana saya melihat orang wudu. Terus saya tanya 'oh jadi untuk menghadap kepada Sang Pencipta' kita bersih secara jasmani," katanya.

Goerge Rudy selanjutnya mulai belajar mempelajari terjemahan dari Al Quran.

"Saya mulai pelajari pelan-pelan dari terjemahan Al Quran," ungkapnya.

Jadi Mualaf Disaksikan Buya Hamka

Goerge Rudy memutuskan menjadi mualaf di tahun 1981. Keputusannya itu diambil atas keinginan pribadi.

"Dan alhamdulillah pada tahun 1981 bulan Maret kalau engga salah, saya diislamkan. Dan saya memang sudah merasakan bahwa saya pribadi ya akan masuk Islam. Dan alhamdulillah yang mengislamkan saya adalah tokoh yang saya hormati Buya Hamka. Saya ketemu, saya ngobrol, terus dia bilang 'udah benar-benar? (mau masuk Islam)'. Saya bilang iya," ucapnya.

Goerge Rudy mengucapkan dua kalimat syahadat dengan disaksikan Buya Hamka. Hal ini menjadi pengalaman berharga yang tidak akan dia lupakan seumur hidup.

"Nah pada saat itulah saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan pada saat itu juga saya merasakan satu kebanggaan yang tidak akan terlupakan selama hidup saya dan pada saat saya nanti akan dipanggil. Saya dicium oleh Buya, hanya saya aja dan itu kebanggaan buat saya. Saya dipeluk, dicium. Dia bilang 'kamu baca nanti Al Ikhlas'. Kamu tahu, belum saya bilang begitu. Kamu pelajari Al Ikhlas itu apa," ucap Goerge Rudy menirukan ucapan Buya Hamka.

Rekomendasi