Twindy Rarasati sempat dinyatakan positif Corona dan berhasil sembuh. Setelah sembuh, Twindy membagikan cerita mengenai gejala-gejala Covid-19 yang dinilainya banyak dan belum spesifik.
Di laman instagramnya, Twindy menceritakan hal tersebut lantaran banyak sekali yang bertanya kepada nya mengenai gejala Covid-19 yang dialaminya.
Advertisement
"Banyak yang menanyakan “Kak waktu kena corona gejalanya apa?” “Kalo batuk sekali gt corona ngga ka?” “Yg dirasa kayak apa kak? Ada demam ngga?” “Aku batuk tapi ngga ada demam, itu corona ga ka?” Satu-satu saya coba jawab ya, meskipun sebenarnya saya yakin teman-teman sudah membaca banyak sekali informasi di media-media yg teman-teman percayai," kata Twindy di instagram.
Advertisement
Lebih lanjut Twindy menjelaskan bahwa gejala-gejala pasien yang mengidap Covid-19 itu amat lah banyak. Mulai dari demam, hingga batuk atau pilek.
"Gejala-gejala Covid-19 banyak dan belum spesifik. Apakah hanya demam saja sudah pasti menderita Covid-19? Tidak juga. Apakah batuk sudah pasti Covid-19? Nope. Berikut saya list beberapa gejala yg dilaporkan di beberapa penelitan di beberapa negara," jelas Twindy.
Advertisement
"Demam (83 - 98%), batuk (76 - 82%), pilek (4%) mudah lelah, sesak napas atau napas pendek-pendek (31 - 55%), nyeri otot & sendi (11 - 44%), meriang, nyeri tenggorokan (5%), hilangnya indra pembau dan pengecap, nyeri kepala, nyeri dada (2%), mual, muntah, diare (1 - 2%) yang muncul lebih kurang 2 - 14 hari setelah terpajan dari virus dengan rata-rata sekitar 5 hari," sambungnya.
Advertisement
Meski begitu, Twindy menjelaskan bahwa gejala-gejala tersebut bisa saja sama atau hanya timbul sesekali dan tidak berat. Bahkan, beberapa pasien bisa saja mengeluh sesak napas tanpa ada nya gejala lain seperti demam.
"Gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa jadi tidak ada sama sekali atau hanya timbul sesekali dan tidak berat. Beberapa pasien bisa saja mengeluh sesak napas tanpa adanya demam, atau nyeri dada tanpa adanya sesak. Gejala setiap orang berbeda. Apa yang terjadi di pasien A belum tentu terjadi di pasien B," terang Twindy.
Advertisement
"Tidak perlu membanding-bandingkan atau menyama-nyamakan hehe dan karena gejalanya tidak spesifik, sering kali mirip dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa seperti common cold dsb," sambungnya.
Hingga saat ini, kata Twindy, ada beberapa tanda dan gejala Covid-19 tambahan yang tengah diteliti.
Advertisement
"Sampai sekarang ada beberapa tanda dan gejala Covid-19 tambahan yang sedang diteliti apakah memang berhubungan secara langsung terhadap penyakitnya atau tidak," kata Twindy.
Advertisement
Ia pun memberikan saran kepada pengikutnya di laman instagram agar mencari informasi yang valid mengenai Covid-19 ini.
"Saya menyarankan teman-teman mengambil informasi dari sumber yg terpercaya, bisa dari published journal dan artikel ilmiah," paparnya.
Advertisement
"Apa yg saya kemukakan disini hanya bermaksud membantu merangkum sedikit namun ada baiknya informasi yg teman-teman terima selalu dicrosscheck ulang," lanjutnya.
Di akhir kalimat, Twindy menulis pesan doa agar selalu diberikan kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.
Advertisement
"Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi ini. Aamiin," tutupnya.