Anak laki-laki Uya Kuya dan Astrid, Nino Kuya sukses membuat kedua orangtua nya marah besar. Ia secara diam-diam membuat tato di bagian tangan kanannya. Baik Uya dan Astrid tak terima. Nino sampai dipukul dan diusir dari apartemen.
Dalam video di saluran YouTube Nino kuya dengan tajuk 'Prank Tatto Bikin Keluarga Marah Besar, Mama Hampir Pingsan' yang tayang pada 30 April 2020, tato yang dibuat Nino itu rupa nya palsu. Ia hanya ingin mengerjai kedua orangtua nya.
Advertisement
"Aku mau prank Mama Papa, gak tanggung-tanggung aku mau ditato. Tapi tenang ini gak permanen, ini tato ala-ala yang bisa diilangin," kata Nino.
Awal mula Nino memancing kemarahan Uya dan Astrid saat ia memberi kabar sedang berada di luar untuk bertemu seseorang karena ada urusan. Orangtua nya langsung marah karena khawatir dengan kondisi Nino di tengah Pandemi Covid-19.
Advertisement
Nino habis-habisan di marahi oleh Uya dan Astrid ditelepon. Padahal, Nino tengah santai di kamarnya sendiri. Tak lama kemudian, Nino keluar kamar dan berpura-pura habis dari luar apartemen. Ia menghampiri kamar Astrid dan Uya.
Advertisement
Nino yang berusaha untuk menjelaskan justru langsung kena semprot orangtua nya. Bukan hanya Nino, tim YouTube Nino juga ikut dimarahi Uya dan Astrid karena mengizinkan Nino untuk keluar apartemen.
Astrid saat keluar kamar dan menemui Nino langsung meminta Nino untuk mencuci pakaian yang dikenakannya. Saat Nino membuka jaketnya, Uya langsung kaget melihat tangan kanan Nino terdapat tato berukuran besar.
Advertisement
"Cuci semua. Bandel banget udah main pergi-pergi aja. Kok gak ada yang ngomong sama Bunda? Udah tahu bahaya banget, sebel banget Mama keterlaluan," kata Astrid.
"Astagfirullah alazim apaan ini? Apaan heh?," tanya Uya.
Advertisement
Dari situ, Nino habis dimarahi Uya dan Astrid. Mereka tak terima karena Nino membuat tato tanpa sepengetahuan mereka, terlebih Nino masih berusia belasan tahun. Melihat Astrid marah besar, Uya meminta Astrid untuk masuk kamar.
Advertisement
Tujuannya, Uya akan menyelesaikan masalah ini dengan Nino hanya berdua saja. Saat Astrid masuk kamar, Nino menjelaskan kepada Uya bahwa tato itu hanya bohongan dan bisa hilang bila dicuci. Uya yang tadinya marah langsung tenang.
Advertisement
Nino dan Uya pun akhirnya bekerjasama untuk mengerjai Astrid. Tak lama kemudian, Astrid kembali keluar kamar dan masih amat marah kepada Nino. Sikap Uya yang berubah setelah mengetahui tato Nino palsu dan seolah membela Nino membuat kemarahan Astrid semakin memuncak.
"Ya udah, udah terlanjur (ada tato)," kata Uya.
Advertisement
"Harusnya diilangin Uya. Kalau Bapaknya kasih contoh yang bener, kamu jangan bercanda sama aku. Lu tahu kan di Islam gak bisa gini? Orang di mana-mana pengen ngilangin tato nya. Ini kenapa begini?," tegas Astrid.
Advertisement
Astrid tak tahu bagaimana, ia marah dan sedih melihat kelakuan anaknya. Akhirnya, air mata Astrid pun pecah. Sembari menangis, Astrid meminta Nino menghapus tato nya.
"Kamu pergi, hapus. Kamu kalau gak bisa hapus, kamu pergi dari rumah," kata Astrid.
Advertisement
Astrid tak segan memukul Nino. Ia sampai mengeluarkan beberapa baju Nino dari dalam lemari dan disimpan di lantai. Ia mengusir Nino karena tato di lengan kanannya.
Sadar bahwa kemarahan Ibu nya sudah memuncak, Nino pun mengatakan bahwa tato di lengannya bukan permanen. Astrid pun tertawa dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Nino kepada nya amat tidak lucu dan sukses membuatnya marah besar.
Advertisement
"Ini bohongan," kata Nino.
"Kamu ngeprank gini gak lucu tahu gak," kata Astrid.
Advertisement
Astrid pun langsung mencoba menghapus tato di lengan Nino dan menyakini bahwa tato tersebut memang hanya bohongan dan bisa dihapus dengan mudah.