Untuk meluruskan polemik film CINTA TAPI BEDA, rumah produksi Multivision Plus menjawab protes oleh beberapa kelompok masyarakat yang menilai film itu telah menyalahi norma agama dan adat istiadat.
Dalam jumpa pers yang digelar di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (8/1), sutradara Hestu Saputro menegaskan tim produksi yang menggarap film Cinta Tapi Beda sudah melakukan beberapa riset sebelum melakukan proses syuting.
"Menanggapi kontroversi berita di media, ada yang sudah melapor kita menghina suku Minang dan menebar kebencian, itu tidak ada sama sekali. Dari awal bikin sudah diteliti tidak ada keinginan soal hal itu," ujarnya.
Lantaran protes datang dari organisasi yang peduli dengan suku Minangkabau, beredar kabar, pihak MVP menarik penayangan film tersebut di daerah Padang. Tapi hal itu dibantah Hestu.
"Penarikan film enggak. Di Padang itu layar ke dua. Mereka tetap akan putar di sana karena mereka non 21 tapi tetap putar film nasional. Pasti akan tetap putar di sana di Karya atau Raya, tempat pemutaran film yang ramai," pungkas Hestu. (kpl/hen/dis/faj)