Keponakan Didi Kempot: 3 Hari Lalu Balik, Om Duduk di Kursi Hitam Itu
Merdeka.com - Tiga hari sebelum meninggal dunia, sang maestro campursari, Didi Kempot masih sempat pulang ke kampung halamannya di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Di kampungnya itu, penyanyi yang memiliki fans bernama Sobat Ambyar tersebut, menyempatkan diri untuk bernostalgia dengan cerita bersama sang kakak, mendiang Mamik Prakoso.
Hatma Maulana, putra kedua mendiang Mamik Prakoso, kakak kandung dari Didi Kempot ini bercerita, 3 hari sebelum meninggal, sang paman pulang ke kampungnya.
"Om Didi 3 hari lalu balik (pulang ke kampung). Kami bernostalgia bersama. Om didi duduk di kursi hitam itu, " katanya, Selasa (5/5).
Didi, lanjut Hatma, bercerita tentang masa kecilnya bersama sang bapak dan saudara lainnya. Ia juga menceritakan kedekatan dua bersaudara tersebut, dikarenakan sama-sama berada dijalur seni.
"Bapak dan om dekat. Ya karena mereka berjuang bersama pada jalur seni. Makanya mereka cukup dekat," jelasnya.
Dia mengaku pada hari-hari akhirnya, Didi selalu cerita tentang masa kecilnya bersama Mamik. Hingga akhirnya mereka bisa menembus industri seni di Jakarta.
"Om sempat bercerita bagaimana suka duka proses berjuang hingga sampai ke Jakarta. Mulai mengontrak bersama. Sampai sukses seperti saat ini, " katanya.
Sambil cerita masa kecil, lanjut dia, Didi memberikan pesan kepada dirinya. Pesan itu adalah terus berjuang pada jalur seni yang telah ditekuni.
"Pesan yang paling diingat terus berjuang kalau sudah berhasil tidak boleh sombong, " tambahnya.
Seperti diketahui, Didi Kempot tutup usia 53 tahun pagi tadi di Rumah Sakit Kasih Ibu pukul 07.45 Wib. Dugaan sementara, Didi Kempot mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya