Jason Ranti, Solois Yang Perna

Jason Ranti, Solois Yang Pernah Disebut Dajjal

Selasa, 29 Januari 2019 14:20 Reporter : Astri Agustina
Jason Ranti, Solois Yang Pernah Disebut Dajjal jason ranti di Pengadilan Musik. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Atas karya-karya yang dirilisnya, Jason Ranti pernah disebut sebagai dajjal oleh orang yang tak dikenalnya. Dajjal sendiri identik dengan kiamat.

Mungkin, kata pria yang akrab disapa Jeje, kalimat-kalimat jujur yang diungkapkannya lewat lirik lagu jadi alasan ia disebut dajjal. Namun, ia tak mau ambil pusing. Kata Jeje, biarlah orang mau bicara apa tentangnya.

Ia sendiri memang menciptakan banyak lagu dengan pesan menohok. Semuanya bisa dilihat dari karya-karyanya seperti 'Bahaya Komunis', 'Pulang Ke Rahim Ibunya', dan 'Stephanie Anak Senie'.

Jeje merupakan pentolan dari grup Starway to Zinna. Kini ia lebih memilih bersolo karier. Genre yang diusungnya adalah folk. Albumnya berjudul 'Akibat Pergaulan Blues' berhasil mencuri perhatian. Album ini juga yang menjadi alasan ia sempat disebut dajjal.

Soal pandangan orang, Jeje yang miliki pribadi santai ini tak mau ambil pusing. Ia hanya membuat karya yang disukainya.

"Saya pernah disebut dajjal. Saya sih bebas ya orang yang berpendapat apa. Enggak semua harus setuju dengan karya yang saya buat. Bebas saja," ujar Jeje saat ditemui dalam acara Pengadilan Musik, belum lama ini.

Lewat setiap lirik yang ditulisnya, ia kerap mengangkat keresehan yang dirasakan. Ia selalu berusaha jujur. Dengan kalimat lugas, ada banyak pesan satire yang coba diutarakan Jeje.

Terlepas dari dirinya yang sempat disebut dajjal, Jeje merupakan orang yang apa adanya dan jujur. Hal tersebut terlihat kala ia duduk di kursi terdakwa dalam acara Pengadilan Musik.

Menggunakan rompi terdakwa, Jeje menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Jaksa Penuntut. Kala itu, Pengadilan Musik dipimpin oleh Man Jasad selaku Hakim, Jaksa Penuntut yakni Budi Dalton dan PidiBaiq, sedangkan kursi Pembela ditempati Yoga PHB dan Ruly Cikapundung.

Pengadilan Musik adalah sebuah acara rutin yang diselenggarakan oleh DCDC untuk mengupas tuntas karya dari para musisi khususnya musisi indie Tanah Air dengan konsep unik.

jason ranti

jason ranti ©2019 Merdeka.com

Dalam kesempatan tersebut, Jeje menceritakan kisah awal dirinya terjun ke dunia musik. Bermula jadi pengisi musik pada acara pernikahan, Jeje mendapat tawaran menjadi musisi secara serius.

"Karena saya miskin dan saya bisa bermain musik, itu lah yang menjadi latar belakang saya berkarier di dunia musik. Saya ketemu sama orang katanya mau bikinin saya album, ya kenapa tidak," jelasnya.

Lewat musik, Jeje mengaku hidupnya terselamatkan. Ia bisa mencari nafkah dan menghidupi istri dan anaknya. Selain memang senang, faktor keuangan yang juga melatarbelakangi ia meniti karier sebagai musisi.

Sementara itu, Perwakilan dai DCDC selaku penyelenggara Pengadilan Musik, Gio mengaku bahwa antusiasme penonton begitu besar untuk menyaksikan Jason Ranti. Tercatat penonton membludak hingga 700 orang.

"Kapasitas tempat tidak segitu sebenarnya tapi sekarang membludak sampai 700 orang yang nonton. Bahkan ada yang enggak kebagian dan menontonnya di luar," tutur Gio. [end]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jason Ranti
  3. Musik Indonesia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini