Pedangdut Inul Daratista kembali mengenang kebaikan sang maestro Titiek Puspa yang membantunya saat awal karier. Salah satu momen yang paling diingat artis Goyang Ngebor ini ketika mengalami pencekalan di beberapa daerah sehingga secara finansial ikut terguncang.
Di tengah kesulitan itu, Titiek Puspa memberikan bantuan yang sangat berarti, terutama ketika Inul baru saja membeli rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Dari menginjakkan kaki di Jakarta. Tertatih-tatih, jatuh bangun, sedih menangis, susah beliau yang membangkitkan semangatku agar bisa berdiri kokoh sampai hari ini. Ya rahman ya rakhim, manusia terbaik yang kutemui di dunia ini," ungkap Inul Daratista saat mengenang jasa dan dukungan yang diberikan Titiek Puspa sepanjang perjalanan kariernya.
Kini, keduanya seolah telah bertukar fase kehidupan di tempat yang sama. Pada tahun 2009, bintang sinetron Kenapa Harus Inul? melahirkan anak di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Lalu 16 tahun kemudian, Titiek Puspa meninggal dunia di rumah sakit yang sama.
Advertisement
Kenang Bantuan Titiek Puspa
Nyonya Adam Suseno menyampaikan pernyataan ini melalui tulisan yang diunggah di akun Instagram terverifikasi pada tanggal 11 April 2025. Dalam kesempatan tersebut, Showbiz Liputan6.com mendapatkan izin dari Inul Daratista untuk mengutip pernyataannya di media sosial.
"Susah untuk melupakannya. Masa-masa dimana eyang menolongku. Masa aku dipinjemi duit karena di mana-mana dicekal. Masa gak bisa bayar cicilan rumah lalu diajakin kerja bareng hingga bisa nutup cicilan rumah yang Rp 285 juta per bulan," ungkapnya.
Advertisement
Inul Daratista Diajak Naik Jet Pribadi
Tak hanya itu, Inul juga menceritakan pengalamannya naik jet pribadi. Kala itu dia diajak Titiek Pupsa menumpang pesawat mewah untuk menghadiri acara dengan waktu yang berdekatan.
"Masa di mana orang belum pamer naik jet pribadi. Aku sudah dinaikkan jet pribadi milik saudaranya eyang karena harus show di TPI dan wedding Surabaya. Masa di mana aku di jemput di pasuruan karena sempat putus asa dan harus balik Jakarta," urai Inul Daratista.
Banyak kenangan indah tentang kebaikan Titiek Puspa yang akan selalu dikenang. Kehilangan sosok Titiek Puspa terasa sangat menyakitkan, seperti terkena sayatan pisau yang dalam.
Advertisement
Sering Teleponan Sampai HP Panas
Setelah masa pencekalan berlalu dan kesulitan teratasi, hubungan antara Titiek Puspa dan Inul Daratista tetap erat. Mereka sering berkomunikasi melalui telepon dan saling berkunjung.
"Enggak ada yang telponin aku lagi sampai handphone panas," ujarnya menutup percakapan tersebut.