Harus Bayar Royalti Rp1,5 Miliar ke Ari Bias, Agnez Mo Buka Suara Singgung Keserakahan dan Korupsi Terang-terangan
Agnez Mo akhirnya buka suara soal kasus gugatan royalti yang dihadapinya.
Agnez Mo kalah gugatan royalti Ari Bias dan harus membayar Rp1,5 miliar. Tak tinggal diam, pelantun tembang 'Matahariku' itu ajukan kasasi. Sempat bungkam, akhirnya kini Agnez buka suara. Pemilik nama asli Agnes Monica Muljoto ituu menyinggung soal keserakahan dan korupsi terang-terangan.
Melalui akun instagram pribadinya, Agnez menulis pesan panjang yang membahas tentang tuntutan royalti. Tentu saja hal tersebut langsung menjadi sorotan lantaran selama ini banyak yang penasaran dengan reaksi wanita berusia 38 tahun itu dalam menghadapi kasusnya.
Agnez: Berdiri Teguh Memihak Kebenaran
Agnez tentu saja terkejut karena tiba-tiba saja ia digugat oleh Ari Bias dan kalah. Ia kemudian harus membayar royalti sebesar Rp1,5 miliar. Tak tinggal diam, Agnez mengajukan kasasi. Kemudian, ia menulis pesan panjang melalui akun instagram pribadinya.
"Berdiri teguh untuk memihak kebenaran yang sesungguhnya, memang tidak pernah mudah. Tidak peduli seberapa tepat dan adilnya pendirian kita, akan selalu ada orang-orang yang memilih untuk menyalahpahami dan memelintir kata-kata, bahkan menyerang karakter kita - semua karena keserakahan dan kepentingan mereka pribadi," kata Agnez.
"Namun, bahaya yang sebenarnya datang dari mereka yang dengan lantang berteriak 'demi keadilan' tapi tingkah lakunya bertolak belakang, tanpa malu-malu menyebarkan kebohongan demi kebohongan," sambung dia.
Singgung Korupsi Terang-terangan
Lebih lanjut, Agnez menyinggung soal korupsi terang-terangan yang dilakukan oleh beberapa pihak. Ia juga menyebut beberapa musisi yang dihormatinya.
"Tidak banyak orang yang punya keberanian untuk berbicara menentang korupsi terang-terangan yang menggerus sistem hukum dan juga menentang keputusan yang absah secara hukum. Itulah mengapa saya sangat menghormati Teh Melly, Kang Armand dan beberapa orang lainnya yang menolak untuk diam," kata Agnez.
"Perlu kekuatan sejati untuk melawan arus kencaang, apalagi saat para manipulator berusaha menyerang integritas pribadi karena upaya nekat mereka untuk mengendalikan narasi. Walau demian, semoga kejadian ini menjadi pengingat bahwa: kebenaran akan selalu menemukan jalannya," tutup Agnez.