Hanung Bramantyo Jadi Sutradara Drama Musikal Sinematik City of Love: Seperti Pulang ke Rumah

Hanung Bramantyo akan mengarahkan pertunjukan musikal sinematik berjudul City of Love di Plenary Hall JICC bulan depan.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Hanung Bramantyo Jadi Sutradara Drama Musikal Sinematik City of Love: Seperti Pulang ke Rumah
Hanung Bramantyo menyutradarai musikal sinematik City of Love, di Plenarry Hall Jakarta International Convention Center, dari 14 hingga 16 Februari 2025. (Foto: Dok. Tim WBI Foundation) (© 2025 Liputan6.com)

Sineas yang telah meraih dua Piala Citra, Hanung Bramantyo ditunjuk untuk menyutradarai pertunjukan musikal sinematik berjudul City of Love. Acara ini akan berlangsung di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center, pada tanggal 14 hingga 16 Februari 2025.

City of Love merupakan inisiatif dari Warisan Budaya Indonesia atau WBI Foundation dan akan menampilkan deretan aktor serta aktris ternama dari berbagai generasi. Mulai dari Devano Danendra, Maisha Kanna, Agatha Priscila, Marcell Siahaan, Lukman Sardi, Andien, dan Aming.

Selain itu, City of Love juga akan menampilkan seniman senior seperti Marini, Yanti Airlangga, serta aktris berbakat Piala Citra seperti Widyawati dan Niniek L Karim. Hanung Bramantyo mengungkapkan menggarap musikal sinematik membuatnya merasa seperti kembali ke rumah.

"Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri. Dunia panggung harus diselamatkan dan saya akan all out," kata Hanung Bramantyo dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima oleh Showbiz Liputan6.com pada Jumat (31/1).

Pertunjukan Musik dan Film

Reaksi Hanung Bramantyo Jadi Sutradara Musikal Sinematik City of Love: Seperti Pulang ke Rumah
Hanung Bramantyo menyutradarai musikal sinematik City of Love, di Plenarry Hall Jakarta International Convention Center, dari 14 hingga 16 Februari 2025. (Foto: Dok. Tim WBI Foundation) © 2025 Liputan6.com

Sutradara film Ipar Adalah Maut menjelaskan City of Love memadukan elemen teater dengan sinema, menciptakan pengalaman menonton yang unik dan menarik.

"Musikal dekat dengan dunia saya, yaitu sinema. Jadi lahirlah musikal sinematik," kata Hanung.

Dia juga menambahkan City of Love mengambil latar belakang pada dekade 1930-an dan menggabungkannya dengan nuansa modern yang segar.

Kembalinya Hanung ke Dunia Teater

Reaksi Hanung Bramantyo Jadi Sutradara Musikal Sinematik City of Love: Seperti Pulang ke Rumah
Hanung Bramantyo menyutradarai musikal sinematik City of Love, di Plenarry Hall Jakarta International Convention Center, dari 14 hingga 16 Februari 2025. (Foto: Dok. Tim WBI Foundation) © 2025 Liputan6.com

Tema City of Love mengangkat kisah tentang perjalanan cinta, keluarga, dan kehidupan yang sarat makna. Dalam cerita ini, penonton akan mengikuti kisah sepasang muda-mudi, Sandya dan Kala yang terjebak dalam konflik karena hubungan mereka tidak disetujui. Hal ini disebabkan masa lalu yang kelam dari orang tua mereka, Badai dan Kasih.

"Proyek ini adalah momen spesial yang menandai kembalinya saya ke dunia teater, yang pernah saya geluti saat tinggal di Yogyakarta. Saya memiliki kedekatan dengan para seniman teater di Yogyakarta," ujar suami Zaskia Adya Mecca.

Cerita ini tidak hanya menggambarkan cinta, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi oleh generasi muda dalam mengatasi warisan konflik dari orang tua mereka.

Inovasi Drama Musikal

Reaksi Hanung Bramantyo Jadi Sutradara Musikal Sinematik City of Love: Seperti Pulang ke Rumah
Hanung Bramantyo menyutradarai musikal sinematik City of Love, di Plenarry Hall Jakarta International Convention Center, dari 14 hingga 16 Februari 2025. (Foto: Dok. Tim WBI Foundation) © 2025 Liputan6.com

Sementara itu, Yanti Airlangga selaku Ketua Umum WBI Foundation menyatakan City of Love diharapkan menjadi inovasi baru dalam dunia drama musikal. Pertunjukan ini tidak hanya akan menampilkan musik dan drama yang dikemas secara menarik, tetapi juga menyuguhkan sentuhan artistik di setiap instalasinya.

Penonton akan diajak untuk terlibat langsung dalam kisah yang mendalam dan mengesankan. Yanti Airlangga, yang juga berperan sebagai produser City of Love mengungkapkan musikal sinematik ini merupakan impiannya selama ini. Tahun ini, impian tersebut akhirnya dapat terwujud.

“Ini cita-cita saya sejak lama, mempertemukan nama-nama besar seperti Mas Hanung, Lukman Sardi, Marcell Siahaan, Devano, dan lainnya. Kolaborasi ini mewujudkan pertunjukan agar semua bisa ikut jatuh cinta,” ujar Yanti Airlangga.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pertunjukan yang dihasilkan mampu menyentuh hati penonton dan membuat mereka merasakan keindahan cinta melalui seni pertunjukan yang unik dan menarik.

Infografis jejak seni grafiti di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis jejak seni grafiti di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)
Rekomendasi