Penyanyi senior Ikang Fawzi terus berkarya meskipun masih merasakan duka mendalam setelah kehilangan istri tercintanya, Marissa Haque. Dia juga mengaku masih aktif dalam dunia syuting dan dalam waktu dekat, Ikang berencana untuk merilis single terbaru.
Lagu tersebut adalah karya yang pernah ia buat bersama almarhumah Marissa Haque. Rencananya lagu ini akan dirilis setelah Hari Raya Lebaran.
"Ya syuting masih. Insya Allah habis puasa lebaran saya mah rilis lagu yang sama istri saya," ujar Ikang Fawzi saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (27/3).
Bagi Ikang, kebersamaan dengan anak-anaknya merupakan sumber penghiburan terbesar di tengah kesepian yang ia rasakan. Namun, ia tetap merasa tidak ada yang bisa menggantikan sosok istrinya.
"Sisi kesepian keluarga ada anak-anak yang menemani aku terus. Yang lainnya gak kepikiran. Aku anggap ini ujian, istriku tak tergantikan pastinya," ungkapnya.
Advertisement
Perdana Lebaran Tanpa Marissa Haque
Lebaran tahun ini memberikan nuansa yang berbeda bagi Ikang Fawzi, karena ia merayakannya tanpa kehadiran istrinya tercinta. Meskipun demikian, ia tetap berusaha menjalani momen tersebut dengan penuh ketabahan dan dikelilingi oleh keluarga.
"Lebaran tahun ini sepi lah, pasti berat. Cuma kita harus jalani. Bagaimana idul fitri kita rayakan setelah menjalani ibadah selama satu bulan. Insya Allah bisa menjalani sebaik baiknya dan kita rayakan," ujarnya.
Advertisement
Kenang Momen Lebaran
Ikang Fawzi tidak dapat melupakan kenangan saat merayakan Lebaran bersama istrinya yang telah tiada. Marissa, yang biasanya menjadi pengatur segala persiapan untuk merayakan hari Raya, memiliki peran penting dalam setiap detail acara tersebut.
"Kayak yang nge-lead atau memulai itu istriku. Kita pakai baju apa dan kemana selalu istriku, berangkat jam berapa dan kemana dulu dia yang merencanakan. Ide dia yang selalu buat Ramadan selalu ramai," kenang Ikang Fawzi.
Menurut Ikang, peran Marissa sangat signifikan dalam menciptakan suasana meriah selama bulan Ramadan. Setiap aspek perayaan, mulai dari pilihan pakaian hingga jadwal keberangkatan, selalu ditentukan oleh istrinya.
Kenangan tersebut membuat Ikang merasa kehilangan, namun sekaligus mengingat betapa berartinya momen-momen tersebut dalam hidupnya. Dia berharap agar setiap kenangan indah itu dapat terus hidup dalam ingatannya.