Gara-Gara Sibuk Kerja, Verrel Bramasta Menyesal Tak Sempat Penuhi Permintaan Sederhana Mendiang Nenek Tercinta

Verrell Bramasta tidak dapat hadir dalam acara buka puasa bersama yang telah direncanakan oleh almarhumah.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Gara-Gara Sibuk Kerja, Verrel Bramasta Menyesal Tak Sempat Penuhi Permintaan Sederhana Mendiang Nenek Tercinta
Verrell Bramasta (© 2025 Liputan6.com)

Duka mendalam menyelimuti Verrell Bramasta akibat kehilangan nenek tercintanya, Kairina, yang akrab disapa Eyang Mama. Mendiang mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 19 Maret 2025, tepatnya pukul 12.15 WIB.

Verrell merasa menyesal karena tidak bisa memenuhi undangan buka puasa bersama yang direncanakan almarhumah hanya tiga hari sebelum kepergiannya. Kesibukan yang padat membuatnya tidak dapat menghadiri acara tersebut.

"Itu yang saya sesali, 3 hari yang lalu sebenernya Eyang Mama ajak buka puasa bersama karena kesehatannya membaik," ungkap Verrell Bramasta saat berada di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (19/3).

"Sempat dirawat di rumah sakit, 3 hari yang lalu keluar dari rumah sakit dan ingin mengadakan bukber. Cuma sayangnya papa ada kesibukan sendiri, saya juga sibuk ke dapil dan juga rapat," sambungnya.

Sempat Kritis Sebelum Meninggal

Verrell Bramasta Sesali Tak Sempat Penuhi Permintaan Terakhir Almarhumah Neneknya
Verrell Bramasta © 2025 Liputan6.com

Verrell mengungkapkan saat ia menerima berita mengenai kondisi kritis eyangnya, ia sedang berada di kantor untuk menghadiri sebuah rapat. Tak lama setelah itu, ia terkejut mendapati eyang tercinta telah meninggal dunia.

"Nah hari ini saya lagi di kantor, lagi rapat, saya dapat kabar eyang katanya kritis kondisinya. Begitu saya telepon, udah meninggal. Saya langsung menuju ke kediamannya," ungkapnya.

Verrel Merasa Terpukul

Verrell Bramasta Sesali Tak Sempat Penuhi Permintaan Terakhir Almarhumah Neneknya
Verrell Bramasta © 2025 Liputan6.com

Verrell merasakan dampak yang sangat mendalam atas kepergian neneknya, yang selama ini menjadi teladan bagi dirinya. Ia mengungkapkan banyak prinsip yang ia anut saat ini berasal dari kebijaksanaan yang ditunjukkan oleh almarhumah.

"Lebih ke contoh ya, Eyang Mama, Eyang Papa. Itu bisa dilihat dari papa yang sangat bijak ya. Eyang Mama selalu mengajarkan berperilaku baik sama siapapun. Jadi kalau dilihat papa orang yang sabar, orang tua papa bisa 3 kali lipat lebih sabar," kata Verrell.

Permintaan Mendiang yang Belum Dipenuhi Verrel

Meskipun Verrell merasa beruntung karena neneknya telah menyaksikan berbagai keberhasilannya, ada satu hal yang belum dapat ia realisasikan. Beberapa kali, almarhumah sering bertanya kapan dia akan menikah.

"Alhamdulillah semua pencapaian saya sudah Eyang saksikan. Paling itu, udah nikah apa belum," pungkas Verrell Bramasta.

Rekomendasi