Film 28 YEARS LATER menjadi sorotan tak hanya karena kisah lanjutan dari dunia penuh teror akibat virus, tapi juga karena teknik pengambilan gambar yang sangat tidak biasa. Sutradara Danny Boyle memilih pendekatan modern dengan menggunakan iPhone sebagai alat utama dalam merekam beberapa adegan penting.
Dalam produksi film ini, Danny Boyle dan timnya bahkan menggunakan hingga 20 unit iPhone dalam satu pengambilan gambar untuk menciptakan sensasi visual yang unik dan menggugah. Bukan hanya soal jumlah, tapi juga soal susunan dan teknologinya diatur untuk menghidupkan adegan-adegan paling brutal.
Pendekatan tersebut merupakan bentuk evolusi dari gaya visual yang sebelumnya digunakan dalam 28 DAYS LATER. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Eksperimen Visual dari iPhone
Salah satu keputusan artistik paling menarik dalam proses produksi 28 YEARS LATER yakni penggunaan iPhone sebagai kamera untuk merekam adegan-adegan penuh intensitas. Inisiatif ini muncul dari keinginan Danny Boyle untuk menghadirkan kembali rasa ketegangan nyata seperti pada film pertamanya.
Danny Boyle mengungkapkan penggunaan iPhone terinspirasi dari cara masyarakat modern menangkap realitas menggunakan perangkat mobile, menggantikan peran camcorder seperti yang lazim pada awal 2000-an.
Advertisement
Pakai Rig Kamera Multi-iPhone
Untuk mewujudkan pengambilan gambar yang kompleks dan imersif, Danny Boyle dan sinematografer Anthony Dod Mantle menciptakan berbagai jenis rig kamera dengan konfigurasi iPhone. Terdapat rig dengan delapan kamera, sepuluh kamera, hingga yang paling besar dengan 20 kamera.
Rig dengan 20 iPhone digunakan untuk sebuah adegan signifikan di paruh kedua film. Danny Boyle menyebutkan bahwa pengambilan gambar tersebut sangat mencolok dan akan langsung dikenali oleh penonton karena pendekatannya yang mengejutkan.
Advertisement
Teknik Poor Man's Bullet Time dalam Adegan Brutal
Dengan 20 kamera aktif secara bersamaan, tim produksi dapat memperoleh tampilan 180 derajat dari satu adegan. Ini memungkinkan editor memilih sudut terbaik atau bahkan berpindah perspektif secara dramatis dalam satu urutan.
Pendekatan ini digunakan secara spesifik untuk adegan kekerasan, yang menurut Danny Boyle mampu memberikan dampak visual yang lebih kuat kepada penonton berkat teknik perpindahan waktu dan sudut pandang.
Advertisement
Pengaruh Format dan Aspek Rasio
Film 28 YEARS LATER menggunakan aspek rasio ultra-lebar 2.76:1 yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih sinematik dan luas. Format ini sangat berbeda dengan tampilan 4:3 yang lebih sempit dari 28 DAYS LATER.
Danny Boyle menjelaskan bahwa layar yang lebar memaksa penonton untuk lebih waspada karena ancaman bisa muncul dari sisi mana pun, meningkatkan ketegangan psikologis dalam menyaksikan para makhluk terinfeksi.
Advertisement
Kembalinya Tim Kreatif Lama
Film ini tak hanya menjadi ajang eksplorasi teknologi, tetapi juga reuni bagi para kreator orisinal. Danny Boyle, penulis Alex Garland, dan sinematografer Anthony Dod Mantle kembali bergabung setelah sebelumnya absen dalam 28 WEEKS LATER.
Selain itu, Cillian Murphy, pemeran utama dalam 28 DAYS LATER, juga kembali bergabung sebagai produser eksekutif, memperkuat kesinambungan cerita dan identitas visual waralaba ini.