Jenazah Benny Effendy sampe rumah duka Husada jam 12.43 WIB. Edric Tjandra pake kemeja hitam bawa foto ayah kesayangan.
Advertisement
Kehilangan Sosok Sang Ayah
Nampak banget betapa sedihnya si presenter 39 tahun ini. Dia baru aja kehilangan sosok yang super berarti buat dia, ayahnya.
Advertisement
Foto Bersama Keluarga
Sebelum dikubur, keluarga foto-foto dulu depan peti mayat. Terus ada nyanyian dan pendeta ngomong khotbah.
Advertisement
Menatap Kosong Ke Peti Jenazah Sang Ayah
Di sela-sela pemakaman, Edric terus menatap peti jenazah sang ayah yang akan segera dikubur. Dia masih berdiri di sana, dengan mata kosong.
Advertisement
Ikut Nyanyi dan Pujian Untuk Sang Ayah
Edric berusaha menahan air matanya saat nyanyian dan pujian mengiringi perjalanan terakhir sang ayah.
Advertisement
Berusaha Menahan Air Mata
Dia berusaha keras menahan sedih dan air matanya saat mengantar jenazah ayahnya. Hanya bisa terduduk dan terdiam, memandangi peti mati.
Advertisement
Melemparkan Bunga Ke Liang Lahat
Setelah itu, peti jenazah dikuburkan dan keluarga diminta untuk melempar bunga ke dalam kuburan. Edric Tjandra menangis tersedu-sedu saat melemparkan bunga ke liang lahat sang ayah.
Advertisement
Tak Bisa Menahan Air Mata
Edric Tjandra tetap menangis walau sudah selesai menabur bunga di pusara ayahnya. Kekuatannya tidak bertahan lama, air mata terus mengalir dari matanya.
Advertisement
Pesan Edric Tjandra
Edric sangat berterima kasih kepada keluarga, saudara, dan teman-teman yang turut mendampingi ayahnya sampai ke peristirahatan terakhir. Dia juga ingin meminta maaf jika ayahnya pernah melakukan kesalahan selama hidupnya.
Advertisement
Meminta Doa Untuk Sang Ayah
Minta doanya juga buat keluarga kita biar kuat hadapin semua ini. Kita yakin papah udah sama Tuhan Yesus dan sekarang dia baik-baik aja," tambah Edric Tjandra.