5 Potret Kamar Pengantin Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Nuansa Klasik Super Estetik hingga Foto Lawas Maia Estianty dan Ahmad Dhani

Potret desain kamar pengantin Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang mengusung tema klasik hangat, dihiasi dengan foto-foto kenangan keluarga.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
5 Potret Kamar Pengantin Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Nuansa Klasik Super Estetik hingga Foto Lawas Maia Estianty dan Ahmad Dhani
Mewah nan Sakral, Ini 9 Potret Detail Dekorasi Akad Nikah Al Ghazali dan Alyssa Daguise (sumber: Instagram/alyssadaguise) (© 2025 Liputan6.com)

Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang berlangsung pada 16 Juni 2025 masih menjadi topik hangat di kalangan warganet. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh prosesi akad yang penuh khidmat, tetapi juga oleh detail dekorasi ruang privat mereka yang viral di media sosial.

Ruang bridal ini tampak luas dengan sentuhan klasik yang elegan. Di dalamnya terdapat elemen-elemen yang menggambarkan kenangan masa kecil sang mempelai pria, yang sengaja dipajang untuk menambah nuansa emosional pada malam pertama mereka.

Berikut ini 5 potret suasana kamar pengantin Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang dilansir dari Liputan6.com, Rabu (18/6).

Lorong Menuju Kamar Pengantin

Potret pertama menampilkan koridor yang mengarah ke kamar, dengan dinding berwarna krem lembut yang memantulkan cahaya dari lampu downlight. Suasana yang dihasilkan terasa tenang dan intim, menciptakan nuansa khas yang sering ditemukan dalam ruang pengantin tradisional Jawa-modern.

Di sisi kanan dinding, terdapat jam analog berbentuk bulat yang dikelilingi oleh panel kaligrafi kayu berwarna hitam dan emas, serta beberapa foto kenangan masa kecil Al Ghazali. Untuk memperindah lorong, karpet bercorak klasik terhampar, mengarahkan perhatian para tamu ke rangkaian bunga segar yang terletak di area ranjang, sehingga menciptakan transisi visual yang lembut dari area publik menuju ruang pribadi pasangan tersebut.

Foto Keluarga Maia dan Ahmad Dhani

Potret kedua menampilkan sebuah sofa recliner berwarna espresso yang terbuat dari kulit, diletakkan di sudut ruangan, memberikan tempat untuk bersantai setelah rangkaian acara yang panjang. Di dinding di atas sofa, terdapat bingkai foto besar yang menggambarkan keluarga Al Ghazali, menciptakan suasana hangat yang penuh nostalgia.

Di seberang sofa, terpasang unit AC split berwarna putih secara simetris di atas jendela yang dilengkapi tirai gorden krem. Kombinasi ini tidak hanya berfungsi untuk mengatur suhu ruangan, tetapi juga menjaga agar tampilan dari lantai hingga plafon tetap bersih dan seimbang.

Keberadaan foto masa kecil Al Ghazali bersama orang tuanya sebelum mereka berpisah memberikan nuansa emosional, seolah-olah mengingatkan akan momen-momen kebersamaan yang berharga dalam keluarga, sekaligus memberkati fase baru rumah tangga Al dan Alyssa dengan kenangan indah.

Ranjang Pengantin Mewah

Potret ketiga menampilkan ranjang kayu dengan ukiran berwarna gelap yang dihiasi seprai putih gading. Di bagian kaki ranjang, terdapat buket hydrangea dan lili putih berukuran besar, yang melambangkan kemurnian cinta menurut tradisi bunga pernikahan di Indonesia.

Tirai linen berwarna netral mengelilingi jendela dan menyaring cahaya alami, menciptakan suasana lembut tanpa silau. Gaya ini memungkinkan fotografer untuk menangkap nuansa romantis tanpa penggunaan lampu kilat yang berlebihan.

Di sisi kanan jendela, terdapat patung dekoratif etnik berwarna cokelat tua yang memberikan sentuhan artistik pada ruang tersebut. Patung ini juga mencerminkan akar budaya keluarga musisi ini, meskipun desain kamar tersebut mengusung tema kontemporer.

Panel Kayu

Potret keempat beralih ke bagian lemari built-in, yang terdiri dari deretan panel kayu gelap dengan lubang kisi-kisi geometris. Fungsi panel ini ganda, sebagai sirkulasi udara sekaligus menambah nilai estetika; sebuah pintu yang dirancang senada juga dibuat agar terlihat menyatu.

Di tengah panel wardrobe, seorang florist menambahkan instalasi bunga anggrek putih yang dipadukan dengan paku pakis hijau, menciptakan garis diagonal. Ini memecah dominasi kayu gelap, sehingga suasana ruangan menjadi lebih ringan namun tetap memiliki kesan dramatis.

Lantai porselen berwarna krem berfungsi seimbang dengan dinding lemari, sementara cahaya dari downlight menyebar merata. Hal ini membuat sorotan pada bunga tampak hidup, dan teknik pencahayaan ini menunjukkan pengalaman dekorator dalam menonjolkan titik fokus ruangan.

Wardrobe yang Luas

Potret terakhir memperlihatkan sudut yang lebih luas dari panel lemari yang sama, menekankan pola kisi simetris serta proporsi bunga yang tersusun dengan indah. Penempatan bunga di ketinggian yang dianggap ideal memberikan kesan bahwa saat pasangan duduk di ranjang, panorama bunga akan terlihat sempurna dalam pandangan mereka.

Sudut tersebut juga menunjukkan kursi kulit hitam yang terletak di samping ranjang, menambah pilihan tempat duduk sekaligus memberikan aksen warna gelap yang melengkapi keseluruhan ruangan. Hal ini menciptakan harmoni warna antara furnitur, lantai, dan dinding.

Selain itu, garis langit-langit bertingkat yang dilengkapi dengan covelight lembut memantulkan cahaya ke panel kayu, menambahkan dimensi pada ruangan. Detail arsitektural yang sederhana ini memperindah hasil foto pernikahan di dalam ruangan tanpa memerlukan dekorasi yang berlebihan.

Rekomendasi