Trivia: Kuota Biosolar Sumbar Melonjak 15% dengan Tambahan 70 Ribu KL, Solusi Kelangkaan BBM di Ranah Minang!
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berhasil melobi BPH Migas untuk mendapatkan tambahan 70 ribu KL Kuota Biosolar Sumbar, meningkatkan alokasi hingga 15% dan diharapkan segera mengatasi kelangkaan BBM.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengumumkan kabar baik bagi masyarakat Ranah Minang. Provinsi ini berhasil mendapatkan tambahan kuota biosolar sebanyak 70 ribu kilo liter (KL). Penambahan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas kelangkaan bahan bakar yang terjadi.
Keputusan ini merupakan hasil lobi intensif yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Usulan penambahan kuota telah diajukan sejak Agustus 2025 lalu. Kini, penambahan tersebut mulai berlaku efektif sejak awal Oktober 2025.
Dengan tambahan ini, total alokasi biosolar untuk Sumatera Barat kini mencapai sekitar 566.000 KL. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 15 persen dari kuota sebelumnya yang hanya 497.874 KL. Peningkatan ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.
Upaya Pemerintah Provinsi dan Respon BPH Migas
Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa upaya untuk mendapatkan tambahan kuota biosolar ini telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. "Kita sudah surati BPH Migas sejak Agustus 2025 dan alhamdulillah usulan itu dikabulkan," kata Mahyeldi di Padang, Senin. Lobi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah energi.
Setelah melalui proses komunikasi yang intensif, BPH Migas akhirnya menyetujui usulan tersebut. Keputusan ini membawa angin segar bagi sektor transportasi dan pertanian di Sumatera Barat. Tambahan kuota biosolar ini diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan adanya persetujuan ini, BPH Migas juga memberikan jaminan. Mereka memastikan pasokan BBM dari Pertamina ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan segera kembali normal. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah.
Distribusi dan Harapan Normalisasi Pasokan
Mahyeldi berharap Pertamina dapat segera mendistribusikan tambahan kuota biosolar ini secara merata. Distribusi yang cepat sangat krusial untuk mengurai antrean panjang di SPBU. "Kita berharap Pertamina segera mendistribusikannya secara merata ke seluruh SPBU agar antrean panjang di SPBU dapat terurai dalam waktu dekat dan menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar, Helmi Heriyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina. Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses distribusi ke seluruh kabupaten/kota. Penyesuaian teknis pengiriman memerlukan waktu, namun diharapkan segera terealisasi.
"Karena keputusan baru keluar pada awal Oktober, tentu perlu waktu untuk penyesuaian teknis pengiriman. Insyaallah dalam waktu dekat pasokan akan normal," kata Helmi. Normalisasi pasokan biosolar sangat dinantikan oleh berbagai kalangan. Ini termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha transportasi yang sangat bergantung pada BBM subsidi.
Sumber: AntaraNews