Trivia: Banjarmasin Jalin Kerja Sama Pangan dengan Sidrap dan Enrekang, Jamin Pasokan Beras hingga Cabai Jelang Akhir Tahun
Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat Kerja Sama Pangan dengan Kabupaten Sidrap dan Enrekang untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan menekan inflasi. Penasaran komoditas apa saja yang dipasok?
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang. Kolaborasi ini bertujuan utama untuk memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pangan bagi masyarakat Banjarmasin. Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengumumkan kerja sama ini pada Jumat (25/10), menekankan pentingnya inisiatif tersebut menjelang akhir tahun. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan terhadap fluktuasi harga dan potensi inflasi yang kerap terjadi. Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah kota.
Secara spesifik, Kabupaten Sidrap akan menjadi pemasok utama beras dan telur untuk Kota Banjarmasin. Sementara itu, Kabupaten Enrekang akan bertanggung jawab menyuplai kebutuhan bawang merah dan cabai merah. Pembagian peran ini didasarkan pada potensi produksi unggulan masing-masing daerah mitra.
Strategi Pemkot Banjarmasin Jaga Stabilitas Pangan
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menjelaskan bahwa kolaborasi lintas daerah ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah kota. Inisiatif ini secara spesifik ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok yang stabil. Langkah proaktif ini juga sangat penting untuk menekan laju inflasi, terutama saat menjelang akhir tahun yang seringkali memicu kenaikan harga.
Yamin secara tegas menyatakan komitmen Pemkot Banjarmasin dalam memperkuat jaringan pasokan pangan antardaerah. Menurutnya, kerja sama ini krusial untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar lokal. Lebih lanjut, inisiatif ini juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah secara efektif di Kota Banjarmasin.
Sinergi antardaerah dinilai sebagai langkah yang sangat efektif untuk saling menopang kebutuhan komoditas unggulan. Hal ini mengingat setiap wilayah memiliki potensi produksi yang berbeda-beda, sehingga saling melengkapi. Banjarmasin, sebagai kota jasa dan perdagangan, sangat terbantu dengan model kerja sama strategis semacam ini. Yamin berharap kolaborasi ini tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mempererat hubungan ekonomi antardaerah.
Dukungan DPRD dan Tantangan Lahan Pertanian
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hari Kartono, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya kerja sama antardaerah ini. Ia menilai inisiatif tersebut sangat penting untuk menjamin kebutuhan pangan di kota yang terus berkembang. Kartono menyoroti fakta bahwa Kota Banjarmasin sebagai kota jasa memang tidak memiliki banyak lahan pertanian produktif.
Oleh karena itu, menjalin kerja sama dengan daerah penghasil pangan menjadi sebuah keharusan strategis. Ini adalah cara paling efektif untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya secara berkelanjutan. Hari Kartono juga menyarankan agar masyarakat terus menggalakkan perkebunan di lahan pekarangan.
Penanaman tanaman pangan seperti cabai dan sayuran di pekarangan dapat secara signifikan mendukung ketahanan pangan lokal. Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga diharapkan untuk menjaga luas lahan pertanian yang tersisa. Sekitar 2.000 hektare lahan pertanian yang ada tidak hanya berfungsi untuk kebutuhan ketahanan pangan, tetapi juga sebagai daerah resapan air yang vital.
Sumber: AntaraNews