Tak Hanya Harga Avtur, Batas Usia Pesawat Bikin Maskapai Kian Tertekan
Selain kenaikan harga avtur untuk penerbangan domestik, pihak maskapai juga terdesak kebijakan batas usia pesawat membuat biaya sewa armada semakin mahal.
Industri maskapai nasional tengah terhimpit berbagai situasi semakin membebani keuangan perusahaan. Selain kenaikan harga avtur untuk penerbangan domestik per 1 Mei 2026, pihak maskapai juga terdesak kebijakan batas usia pesawat membuat biaya sewa armada semakin mahal.
Pengamat aviasi Alvin Lie menilai, kebijakan yang ada masih belum cukup dan sangat membatasi jenis pesawat yang dapat diimpor oleh maskapai Indonesia ke dalam negeri. Meskipun, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 115 Tahun 2020 telah menaikkan batas usia pesawat dari 15 tahun menjadi 20 tahun.
Menurut dia, keputusan itu cenderung masih menciptakan hambatan masuk (barrier to entry) yang tinggi bagi maskapai baru. Karena memaksa mereka menanggung biaya sewa armada yang jauh lebih mahal.
"Usia pesawat kerap menjadi tolak ukur masyarakat dalam menilai tingkat keselamatan penerbangan. Namun dalam industri aviasi, usia kalender pesawat bukanlah faktor utama yang menentukan keandalan maupun tingkat keselamatannya," ujar Alvin, Rabu (13/5).
Alvin mengatakan, faktor yang jauh lebih penting adalah kelaikudaraan (airworthiness), yakni kondisi pesawat yang dipastikan tetap aman untuk dioperasikan melalui standar perawatan yang ketat dan berkelanjutan.
Beda dengan Kendaraan Darat
Dia menilai, pesawat tidak dapat disamakan dengan kendaraan darat dalam hal usia operasional. Menurutnya, pesawat yang secara usia tergolong tua, baik usia 10, 20, maupun 30 tahun tetap dapat beroperasi dengan aman selama memenuhi prinsip-prinsip keselamatan penerbangan.
"Pesawat dengan kendaraan lainnya tidak bisa disamakan. Pesawat yang dalam tanda kutip tua, baik usia 10, 20 ataupun 30 tahun, tetap bisa terjaga dengan tiga prinsip utama," ujar dia.
"Tiga prinsip utama tersebut meliputi perawatan berjenjang, safe life dan fail safe, serta prinsip dasar kelaikudaraan," dia menjelaskan.
Semakin Tua Semakin Dirawat
Alvin juga menambahkan, pesawat dengan usia operasional yang lebih tinggi justru mendapatkan perhatian perawatan yang lebih intensif.
"Selain itu, ada juga program khusus untuk pesawat tua. Apabila jam terbang sudah tinggi, maka akan diadakan inspeksi tambahan pada struktur, fatigue testing, juga pencegahan korosi yang lebih ketat," beber dia.
Sehingga, dia menyebut bahwa usia pesawat bukanlah indikator utama dalam menentukan tingkat keselamatan penerbangan. Yang menjadi faktor utama ialah bagaimana pesawat dirawat, diperiksa, dan dioperasikan sesuai standar keselamatan yang ketat.
"Keamanan penerbangan ditentukan oleh kualitas perawatan dan kepatuhan terhadap standar kelaikudaraan, bukan semata-mata oleh usia pesawat," tegas dia.