Tahukah Anda? OJK DIY Catat Pembukaan 27.907 Rekening SimPel di Hari Indonesia Menabung, Capai Rp7,91 Miliar!
OJK DIY mencatat pembukaan 27.907 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan total nominal Rp7,91 miliar dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung. Bagaimana dampaknya bagi literasi keuangan di DIY?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mencatatkan capaian signifikan dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025, OJK DIY sukses menghimpun pembukaan 27.907 rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Total nominal dana yang terkumpul dari pembukaan rekening SimPel ini mencapai angka fantastis, yakni Rp7,91 miliar. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai program literasi keuangan yang menyasar kelompok prioritas seperti komunitas perempuan, pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, serta pelaku UMKM.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyampaikan hasil ini pada Puncak HIM dan BLK 2025 yang diselenggarakan di kawasan Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman. Data tersebut menunjukkan komitmen kuat OJK DIY dalam menanamkan kebiasaan menabung sejak dini dan meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat.
Capaian Signifikan Literasi dan Inklusi Keuangan
Capaian literasi dan inklusi keuangan yang dicatat oleh Lembaga Jasa Keuangan Milik Pemerintah Daerah DIY selama periode Mei hingga 21 Agustus 2025 menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Selain pembukaan 27.907 rekening tabungan SimPel dengan total nominal sebesar Rp7.917.621.351, terdapat pula pelaksanaan 752 kegiatan edukasi.
Ratusan kegiatan edukasi tersebut berhasil menjangkau 67.037 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Angka ini mencerminkan luasnya jangkauan program OJK DIY dalam menyebarkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan menabung.
Eko Yunianto menegaskan bahwa hasil ini adalah bukti nyata dari efektivitas program-program yang telah dijalankan. Peningkatan jumlah rekening SimPel dan peserta edukasi menjadi indikator positif terhadap peningkatan kesadaran finansial di kalangan masyarakat DIY.
Sinergi Kuat Industri Perbankan Daerah
Keberhasilan OJK DIY dalam mencapai target ini tidak lepas dari sinergi yang kuat dengan berbagai pihak. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi erat antara OJK DIY dengan BPD DIY dan Unit Usaha Syariah (UUS) BPD DIY.
Selain itu, beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) turut serta dalam program ini, seperti BPR Bank Jogja, BPR Bank Bantul, BPR Bank Sleman, BPR Bank Gunungkidul, BPR Bank Kulonprogo, dan BPRS Sleman. Pelibatan mitra-mitra perbankan daerah ini merupakan bentuk nyata dukungan industri terhadap program literasi dan inklusi keuangan.
OJK DIY berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan melalui sinergi dan kolaborasi. Hal ini akan dilakukan bersama lembaga/instansi, regulator, pemerintah daerah, industri perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Mendorong Budaya Menabung Sejak Dini
OJK DIY secara konsisten menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sebagai fondasi penting bagi masa depan generasi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. Langkah ini dianggap krusial untuk menciptakan ketahanan finansial masyarakat.
Eko Yunianto menyatakan bahwa mendorong budaya menabung kepada generasi muda juga merupakan upaya mendukung pembangunan ekonomi nasional. Kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak usia dini akan membentuk karakter finansial yang bertanggung jawab.
Menurutnya, menanamkan kebiasaan menabung dan pemahaman keuangan sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan demikian, generasi muda akan memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dan berkontribusi pada kemajuan negara.
Sumber: AntaraNews