Sri Mulyani Sebut akan Ada Perubahan Alokasi di Program PEN 2021
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 di tahun depan masih akan terus bergulir. Hanya saja, ada beberapa program yang mengalami perubahan alokasi dari sebelumnya.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 di tahun depan masih akan terus bergulir. Hanya saja, ada beberapa program yang mengalami perubahan alokasi dari sebelumnya.
Pemerintah mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 356,5 triliun pada tahun 2021. Jumlah tersebut sekitar 51 persen jika dibandingkan dengan anggaran PEN tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp 695,2 triliun.
"Kita bicara program pemulihan ekonomi yang nilainya lebih rendah namun bapak Presiden (Jokowi) beberapa menteri tetap melakukan beberapa mungkin perubahan alokasi," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/9).
Meksi ada perubahan alokasi, pemerintah berupaya untuk mengantisipasi hal tersebut. Apakah dalam hal ini bantuan sosial (bansos) akan diperpanjang atau kemungkinan jumlahnya yang akan dikurangi.
"Nah ini yang kami selalu akan coba antisipasi, ini akan berubah di beberapa tempat," kata dia.
Dalam konteks tersebut, Kementerian Keuangan sendiri menyadari harus betul-betul fleksibel melihat dinamika terjadi sambil tetap menjaga disiplin fiskal.
"Jadi mohon untuk Komisi XI karena sebagai partner utama kami bisa memahami dinamika yang harus kita kelola ini sebagai bendahara negara dalam situasi yang sangat fleksibel dan berubah tentu tanpa mengorbankan apa yang disebut disiplin dan rambu-rambu prudential dari sisi fiskal kebijakan kita," tandas dia.
Baca juga:
Penanganan Virus Corona Di Indonesia Tak Sentuh Akar Masalah
Realokasi PEN Capai Rp 679 T, Pemerintah Minta Usulan Program Dipercepat
Pemerintah Akui Anggaran untuk Subsidi Bunga Kredit UMKM Terlalu Besar
Bank BRI Jalankan 2 Peran dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Karyawan Dapat Bantuan Rp600.000, Bagaimana Nasib Pengangguran dan Korban PHK?
Hingga 2 September, Penyaluran Anggaran PEN Capai Rp 190,5 Triliun