Rute Timur Tengah Disetop, Samudera Bidik Peluang di Jepang-Korea
Samudera Indonesia mengalihkan operasional ke Asia Timur, termasuk membuka layanan baru Jepang-Korea.
PT Samudera Indonesia Tbk mengalihkan strategi operasionalnya dengan memperkuat layanan di kawasan Asia Timur. Keputusan ini diambil seiring meningkatnya risiko di wilayah Timur Tengah akibat ketegangan geopolitik.
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani M. Mulia, menyampaikan bahwa kondisi global saat ini belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Hal tersebut karena sebagian besar layanan pelayaran tidak melewati wilayah konflik.
"Mengenai pembatasan beberapa akses di global Tidak directly impact servicenya Samudera saat ini. Karena service-service kami tidak melalui ke daerah-daerah tersebut saat ini," kata Bani dalam konferensi pers laporan kinerja 2025.
Sebagai langkah mitigasi risiko, perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara layanan yang terhubung dengan pelabuhan di kawasan Timur Tengah.
Seluruh armada yang sebelumnya melayani rute tersebut telah dialihkan ke jalur lain. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan operasional di tengah situasi yang dinilai belum stabil.
"Tentunya kita ingin menghindari area-area berisiko saat ini seluruh service kita yang terkait dengan Middle East sudah kita suspend untuk sementara kita tidak mengaktifkan service-service yang call kepada pelabuhan-pelabuhan di Middle East," ungkapnya.
Ekspansi Layanan ke Jepang dan Korea Selatan
Di sisi lain, perusahaan melihat peluang pertumbuhan di kawasan Asia Timur (Far East) yang menunjukkan peningkatan permintaan.
Samudera Indonesia berencana memperluas jaringan pelayaran intra-kawasan dengan membuka rute baru yang menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di Jepang dan Korea Selatan, seperti Nagoya, Kobe, dan Busan.
"Meskipun ada perang dan kita menghentikan operasional kita di Middle East Sementara tentunya kita mengalihkan ke area-area lain Regional-regional lain dimana ternyata peluangnya malah bertambah banyak banyak permintaan," ujarnya.
"Sebagai contoh di Far East region service kita akan bertambah Kita juga akan melayani misalnya ada service baru di Jepang dan Korea Kita akan membuka layanan antara Nagoya, Kobe, dan Busan," tambahnya.