Respons Sri Mulyani Saat IHSG Anjlok di Tengah Isu Mundur Jadi Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari posisinya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari posisinya sebagai bendahara negara, meskipun sempat beredar isu mengenai pengunduran dirinya. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta, Sri Mulyani menyatakan, "Saya tegaskan, saya ada di sini, berdiri dan tidak mundur. Saya tetap mengelola APBN bersama tim Kemenkeu dalam menjaga keuangan negara."
Sri Mulyani juga menekankan komitmennya untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan keuangan negara, dengan fokus pada penyelesaian anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) 2025.
"Kami bertanggung jawab untuk menjaga instrumen negara dan mencapainya tujuan nasional, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat," ujar Sri Mulyani.
Isu pengunduran diri Sri Mulyani sempat mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang mengalami pelemahan hingga menyebabkan penghentian sementara perdagangan saham (trading halt).
Menurut pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas, Reydi, kabar tersebut cukup memengaruhi perhatian pasar.
"Isu pengunduran diri Sri Mulyani semakin santer, namun hari ini beliau telah menegaskan untuk tetap menjabat meskipun belum ada pengumuman resmi," ungkap Reydi.
Reydi menambahkan, selain isu mengenai pengunduran diri Sri Mulyani, faktor lain yang memicu trading halt pada 18 Maret 2025 adalah keputusan suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan akan ditahan di level 4,25-4,5% pada pertemuan 19 Maret 2025.
Kekhawatiran pasar terkait kebijakan perdagangan AS dan potensi tarif tambahan juga turut memengaruhi sentimen investor. Selain itu, tercatat penjualan bersih asing sebesar Rp 848 miliar, yang dominan berasal dari sektor perbankan besar.