Prabowo Setop Impor Beras, Bulog Target Serap 1,4 Juta Ton Beras Hingga Maret 2025
Widiarso menyebut, Perum Bulog akan menjalin kerja sama dengan petani hingga asosiasi untuk mengoptimalkan serapan produksi lokal.
Perum Bulog menargetkan penyerapan beras petani sebanyak 1,4 juta ton pada panen pertama hingga Maret 2025. Adapun total target penyerapan beras tahun ini mencapai 3 juta ton.
"Target penyerapan kita 70 persen atau setara beras 1,4 juta ton dari target 2,1 juta ton, tapi kita upayakan 3 juta ton," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso kepada awak media di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Jumat (17/1).
Berbeda dengan sebelumnya, pada penyerapan beras kali ini Bulog mulai akan membeli gabah petani sesuai harga pokok pembelian (HPP) terbaru. Yakni, sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Dalam hal pengadaan selain relaksasi standar HPP petani itu berlaku," ucapnya.
Widiarso menyebut, Perum Bulog akan menjalin kerja sama dengan petani hingga asosiasi untuk mengoptimalkan serapan produksi lokal.
Adapun sejumlah wilayah yang siap memasuki musim panen raya di wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.
"Itu wilayah-wilayah yang selama ini surplus ya, kalau yang lainnya kan defisit," tandasnya.
Masuki 2025, Prabowo Bakal Setop Impor Beras Hingga Garam
Sebelumnya, Pemerintahan Prabowo Subianto Indonesia memastikan bahwa pada tahun 2025 mendatang, negara tidak akan melakukan impor terhadap komoditas penting seperti beras, jagung, gula, dan garam.
Keputusan ini diumumkan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait pada Senin, 30 Desember 2024 di Istana Negara, Jakarta.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di dalam negeri, dengan fokus pada peningkatan produksi dalam negeri.
Zulhas menyampaikan bahwa proyeksi produksi beras pada tahun 2025 menunjukkan angka yang menggembirakan. Pada Januari 2024, produksi beras diperkirakan mencapai 0,8 juta ton dan diprediksi akan naik menjadi 1,3 juta ton pada Januari 2025. Bahkan, pada Februari 2025, jumlah produksi beras diperkirakan bisa mencapai 2,08 juta ton.