Penelitian Ungkap Nomor Kursi Pesawat Paling Aman dari Risiko Kecelakaan
Hasil investigasi oleh TIME kursi pesawat yang paling aman berada dibagian barisan belakang, yang mana bukan kelas bisnis.
Tragedi jatuhnya pesawat Air India Boeing AI-171 rute Ahmedabad menuju ke London Gatwick pada Kamis (12/6) waktu setempat menyita perhatian masyarakat.
Diketahui, dari total sebanyak 242 orang penumpang hanya ada 1 orang yang selamat. Penumpang yang seolah mendapatkan mukjizat tersebut bernama Ramesh Viswashkumar (40), seorang warga negara Inggris keturunan dari India. Saat ini dia masih dirawat di rumah sakit.
Ramesh menceritakan kepada media lokal India bahwa dia mendengar suara keras tak lama setelah pesawat lepas landas. Namun, dia tak bisa menceritakan lebih dalam karena peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat.
"Semuanya terjadi begitu cepat. Ketika saya bangun, ada banyak mayat di sekeliling saya. Saya sangat ketakutan. Saya berdiri dan berlari," kenang Ramesh sesaat setelah dievakuasi.
Lantas benarkah ada bagian kursi paling aman dari risiko kecelakaan?
Mengutip, hasil investigasi oleh TIME kursi pesawat yang paling aman berada dibagian barisan belakang, yang mana bukan kelas bisnis. Investigasi dilakukan dengan menganalisa data kecelakaan pesawat selama 35 tahun terakhir.
TIME mencatat, tingkat risiko kematian penumpang di kursi bagian belakang mencapai 28 persen. Sementara kursi di lorong tengah memiliki risiko kematian lebih tinggi mencapai 44 persen.
"Hal ini menjadi masuk akal karena ketika duduk di sebelah baris pintu darurat pesawat akan memberikan akses pintu keluar tercepat, asalkan tidak ada api. Sementara mendekat ke kursi bagian depan berarti Anda akan terkena dampak lebih dulu sebelum hal tersebut terjadi di bagian belakang," tulis CNN.com dilansir di Jakarta, Sabtu (14/6).
Alasan Keamanan Bagian Belakang
Profesor yang juga menjabat Kepala Penerbangan di Universitas Central Queensland, Doug Drury mengungkapkan alasan keamanan kursi di bagian belakang pesawat lebih tinggi dibandingkan ruang lainnya.
"Adapun mengapa kursi tengah belakang lebih aman dari pada kursi jendela atau lorong, seperti yang Anda duga, karena penyangga disediakan dengan adanya orang di kedua sisinya," ujarnya.
Akan tetapi, situasi anomali tetap bisa terjadi saat kecelakaan terjadi. Misalnya, peristiwa kecelakaan pesawat United Flight 232 pada 1989 di Siouz, Iowa, contohnya. Sebanyak 184 dari 269 penumpang yang selamat, sebagian besar duduk di kursi belakang first class dan di bagian depan pesawat.
Keterampilan Pilot
Kemudian, ketrampilan seorang pilot juga akan menentukan kelangsungan hidup penumpang. Pilot profesional telah dibekali pengetahuan untuk meminimalisir potensi risiko dalam keadaan darurat sebaik mungkin. Mereka akan berusaha menghindari menabrak gunung dan mencari tempat yang datar, seperti lapangan terbuka, untuk mendarat senormal mungkin.
Contohnya pada penerbangan Air New Zealand TE901 yang menabrak lereng Gunung Erebus di Antartika. Hal ini dilakukan pilot untuk mengurangi peluang bertahan hidup secara eksponensial.
Dalam kasus terbaru, justru seorang penumpang di kursi 11A dinyatakan sebagai satu-satunya korban yang selamat pada jatuhnya pesawat Air India beberapa waktu lalu.
Penumpang tersebut adalah Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris yang sedang dalam perjalanan pulang ke London setelah mengunjungi keluarganya di India.