Pemkab Natuna dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Pulau Penyangga, Jaga Stabilitas Harga
Pemkab Natuna dan Bulog bersinergi menggelar Gerakan Pangan Murah Natuna di Pulau Seluan untuk menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersama Perum Bulog setempat, kembali menunjukkan komitmennya. Mereka sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pulau Seluan, Kecamatan Seluan, pada Sabtu pagi. Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan. Selain itu, program ini menstabilkan harga komoditas pangan esensial bagi masyarakat pulau penyangga.
Pelaksanaan GPM ini menjadi upaya konkret Pemkab Natuna dalam meringankan beban ekonomi warga. Terutama bagi masyarakat di daerah yang memiliki tantangan distribusi logistik. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh beras medium dan gula pasir dengan harga jauh lebih terjangkau dari pasar.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan GPM adalah bagian dari program pemerintah daerah. Program ini menjamin akses pangan yang merata dan adil. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan.
Sinergi Kuat Pemkab Natuna dan Bulog Jaga Ketersediaan Pangan
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pulau Seluan merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemkab Natuna dan Perum Bulog Natuna. Sinergi ini memastikan distribusi kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat di pulau penyangga dengan efektif. Perum Bulog Natuna bertanggung jawab menyediakan beras medium, sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna menyuplai gula pasir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, menjelaskan bahwa total 300 kilogram beras disiapkan oleh Bulog untuk GPM ini. Selain itu, DKPP Natuna juga menyediakan 300 kilogram gula pasir untuk memenuhi kebutuhan warga. Kerjasama ini menunjukkan pembagian peran yang jelas untuk memaksimalkan dampak positif GPM bagi masyarakat.
Pencius Siburian, Kepala Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, menambahkan bahwa beras SPHP yang didistribusikan berasal dari Gudang Ranai. Proses pengangkutan melibatkan kendaraan pick-up dan dilanjutkan dengan perahu pompong menuju Pulau Seluan. Upaya logistik yang tidak mudah ini menunjukkan komitmen tinggi untuk memastikan pangan murah sampai ke tangan warga.
Harga Pangan Lebih Terjangkau untuk Warga Pulau Seluan
Dalam Gerakan Pangan Murah Natuna ini, beras medium dijual seharga Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Ini setara dengan Rp11.600 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di Kepulauan Riau yang mencapai Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, gula pasir dibanderol Rp17.000 per kilogram, sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram.
Perbedaan harga ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan harga jual di pasaran Pulau Seluan. Wan Syazali mengungkapkan bahwa harga beras medium di Pulau Seluan bisa mencapai Rp70.000 per lima kilogram. Gula pasir juga mencapai Rp20.000 per kilogram. Disparitas harga ini disebabkan oleh tingginya biaya distribusi barang dari luar pulau menuju Seluan.
Melalui GPM, Pemkab Natuna dan Bulog berupaya secara langsung meringankan beban ekonomi masyarakat. Harga yang lebih murah ini memungkinkan warga untuk menghemat pengeluaran kebutuhan pokok. Inisiatif Gerakan Pangan Murah Natuna ini diharapkan dapat memberikan akses pangan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mengatasi Tantangan Distribusi di Pulau Penyangga
Pulau Seluan, sebagai salah satu pulau penyangga di Natuna, menghadapi tantangan logistik yang cukup besar. Tantangan ini terkait distribusi barang kebutuhan pokok. Biaya transportasi yang tinggi dari pulau utama menyebabkan harga jual komoditas pangan di sana menjadi lebih mahal. Kondisi geografis ini sering kali menjadi penghambat akses masyarakat terhadap harga pangan yang stabil dan terjangkau.
Kepala Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, menjelaskan detail upaya distribusi yang dilakukan. Sebanyak 300 kilogram beras SPHP diangkut menggunakan kendaraan pick-up dari Gudang Ranai. Kemudian dilanjutkan dengan perahu pompong untuk mencapai Pulau Seluan. Proses ini menunjukkan kompleksitas dan dedikasi dalam memastikan pasokan pangan sampai ke tujuan.
Inisiatif Gerakan Pangan Murah Natuna ini secara langsung mengatasi masalah biaya distribusi yang membebani pedagang dan konsumen. Dengan menjual komoditas di bawah harga pasar, pemerintah berupaya menekan dampak inflasi. Ini juga menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Keberlanjutan program semacam ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan di daerah terpencil.
Sumber: AntaraNews