Pemkab Mimika Dorong Kembali Ekspor Hasil Laut ke Mancanegara Setelah Rute Garuda Dibuka
Pemerintah Kabupaten Mimika berupaya mengembalikan kejayaan ekspor hasil laut Mimika ke pasar internasional, didukung dengan beroperasinya kembali rute penerbangan Timika-Denpasar oleh Garuda Indonesia, membangkitkan harapan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, secara aktif mendorong para pelaku usaha di sektor perikanan untuk kembali menggalakkan ekspor hasil laut ke berbagai negara di luar negeri. Upaya ini meliputi komoditas unggulan seperti kepiting bakau, udang, dan ikan, dengan target pasar potensial seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Dorongan ini muncul seiring dengan peresmian pengoperasian kembali rute penerbangan Garuda Indonesia Timika-Denpasar pada Minggu, 29 Maret 2026, yang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi lokal. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa sekitar lima tahun lalu, sejumlah pengusaha Timika sempat sukses mengekspor kepiting bakau langsung ke Singapura dan Malaysia.
Namun, aktivitas ekspor tersebut terhenti total sejak pandemi COVID-19 melanda pada awal tahun 2020, diperparah dengan penutupan rute penerbangan langsung Timika-Denpasar oleh Garuda Indonesia. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya distribusi hasil laut Mimika ke pasar internasional yang membutuhkan efisiensi waktu pengiriman.
Sejarah dan Tantangan Ekspor Hasil Laut Mimika
Sebelum pandemi, Mimika memiliki potensi besar dalam ekspor hasil laut, khususnya kepiting bakau yang menjadi favorit di restoran-restoran besar di Bali dan Jakarta dengan harga cukup mahal. Pengiriman kepiting bakau dari Timika ke Denpasar terjadi setiap hari, memungkinkan ekspor langsung ke Singapura dan Malaysia karena waktu penerbangan yang efisien, sekitar enam jam.
Terhentinya rute penerbangan Garuda Indonesia Timika-Denpasar-Jakarta menjadi pukulan telak bagi kegiatan ekspor ini. Menurut Bupati Rettob, tanpa rute langsung, pengiriman menjadi tidak efisien dari sisi waktu, sehingga ekspor kepiting bakau ke Singapura dan Malaysia langsung terhenti.
Selain kepiting bakau, pengusaha Timika juga pernah berhasil mengekspor komoditas udang ke Jepang, menunjukkan diversifikasi potensi hasil laut daerah tersebut. Keberhasilan ini menjadi landasan harapan bagi Pemkab Mimika untuk menghidupkan kembali kegiatan ekspor serupa.
Peran Garuda Indonesia dan Harapan Pemkab Mimika
Pengoperasian kembali rute penerbangan Timika-Denpasar oleh Garuda Indonesia, yang melayani empat kali seminggu (Senin, Rabu, Jumat, Minggu), diharapkan membawa dampak ekonomi signifikan bagi warga Mimika. Bupati Rettob secara khusus menyoroti potensi penetrasi pasar hasil perikanan dari wilayah tersebut ke kancah internasional.
Pemkab Mimika telah menjajaki kerja sama dengan para pengusaha di luar negeri untuk memfasilitasi kembali ekspor hasil laut seperti kepiting, udang, dan ikan. Dukungan penuh diberikan kepada Garuda Indonesia atas pembukaan rute ini, mengingat tingginya permintaan dari pengguna jasa penerbangan setempat.
GM PT Garuda Indonesia Branch Office Timika, Kharisma Pujangga, menjelaskan bahwa rute Timika-Denpasar (GA 652 dan 653) dioperasikan kembali untuk meningkatkan konektivitas daerah Papua Tengah dan Papua, khususnya Kabupaten Mimika. Hal ini bertujuan untuk memudahkan perjalanan pariwisata dan bisnis, serta menjawab permintaan pelanggan akan pelayanan yang lebih cepat dan efisien.
Konektivitas dan Dampak Ekonomi Lebih Luas
Pembukaan kembali rute ini tidak hanya mendukung ekspor hasil laut Mimika, tetapi juga menjawab kebutuhan mobilitas karyawan PT Freeport Indonesia, termasuk ekspatriat. Sebelumnya, mereka harus terbang memutar ke Jakarta baru ke Denpasar untuk menuju Australia, yang memakan waktu dan biaya.
Bupati Rettob menyampaikan apresiasi kepada Garuda Indonesia yang telah menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di Mimika. Konektivitas yang lebih baik ini diharapkan dapat mengurangi hambatan logistik dan biaya, sehingga produk-produk lokal dapat bersaing lebih baik di pasar global.
Dengan adanya rute penerbangan langsung ini, Pemkab Mimika optimis bahwa kegiatan ekspor hasil laut dapat kembali berjaya seperti beberapa tahun lalu. Ini merupakan langkah strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mimika.
Sumber: AntaraNews