Musrenbang Sambas 2027 Prioritaskan Penguatan Sektor Pertanian Sambas untuk Pembangunan Inklusif
Musrenbang Kabupaten Sambas Tahun 2027 menempatkan penguatan sektor pertanian Sambas sebagai pilar utama pembangunan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sambas Tahun 2027 telah menetapkan penguatan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Fokusnya adalah menempatkan pertanian sebagai sektor unggulan yang mampu memberikan dampak nyata.
Bupati Sambas, Satono, turut menyampaikan bahwa Kabupaten Sambas masih menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Barat. Daerah ini memiliki surplus produksi, khususnya komoditas padi, yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan nilai tambahnya.
Prioritas Pembangunan Berkelanjutan di Sambas
Sektor pertanian, bersama dengan kehutanan dan perikanan, masih menjadi penopang utama ekonomi daerah Kalimantan Barat. Oleh karena itu, Harisson menekankan pentingnya perhatian serius dalam perencanaan pembangunan untuk sektor-sektor ini.
Harisson juga menyatakan bahwa pemerintah harus fokus pada sektor yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pertanian adalah salah satu sektor yang paling nyata memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan.
Musrenbang RKPD 2027 ini mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Daerah Melalui Pertumbuhan Berkualitas, Peningkatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik Yang Inklusif Berkelanjutan”. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pembangunan yang komprehensif.
Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan
Keberpihakan kepada petani sebagai pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan dan penggerak ekonomi daerah menjadi poin krusial. Harisson menekankan bahwa dukungan harus diberikan dari hulu hingga hilir jika ingin mencapai swasembada pangan.
Selain itu, Harisson mengingatkan adanya potensi alih fungsi lahan pertanian ke sektor perkebunan yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi. Diperlukan langkah antisipatif dari pemerintah daerah untuk menjaga agar produksi pangan tetap terjamin.
Bupati Satono menambahkan, Sambas berhasil mencatat surplus pangan dengan produksi gabah mencapai ratusan ribu ton. Ini merupakan capaian yang harus terus dipertahankan melalui berbagai upaya strategis.
Penguatan sektor hilir pertanian juga dianggap kunci dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dengan nilai jual yang lebih tinggi, kesejahteraan petani diharapkan akan turut meningkat secara signifikan.
Kolaborasi dan Infrastruktur Penunjang Pertanian
Untuk mendukung sektor pertanian, perangkat daerah terkait diminta untuk bekerja terarah, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil panen. Sinergi antarlembaga menjadi esensial untuk efektivitas program.
Bupati Sambas, Satono, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Ini termasuk dukungan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sambas optimistis bahwa fokus pada pengembangan sektor pertanian akan menjaga ketahanan pangan. Selain itu, langkah ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews